Terapi HSC Darah Tali Pusat Bebaskan Thalasemia dari Transfusi
- Hematopoietik stem cell (HSC) dari darah tali pusat menjadi terobosan medis yang dapat membantu penderita Thalasemia. Terapi ini mampu meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
HSC adalah sel punca penting dalam membentuk komponen darah, misalnya sel darah merah dan trombosit. Sel ini diperoleh dari beberapa sumber, salah satunya darah tali pusat bayi setelah lahir.
Dokter Spesialis Anak konsultan Hemato-Onkologi, Dr. dr. Mururul Aisyi, menyampaikan bahwa HSC telah digunakan menangani penyakit darah dan sistem kekebalan tubuh. Contohnya leukemia, thalasemia, anemia aplastik, dan kelainan imun bawaan.
“Pada kasus seperti Thalasemia, terapi menggunakan HSC adalah salah satu jalan agar pasien tidak lagi perlu menjalani transfusi darah seumur hidup, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Mururul, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan, prosedur terapi dilakukan lewat transplantasi dengan standar medis ketat. Salah satunya pemeriksaan kecocokan human leukocyte antigen (HLA) antara donor dan pasien untuk kurangi risiko penolakan.
Seiring perkembangan teknologi, dr. Mururul menjelaskan darah tali pusat dapat disimpan untuk penggunaan di masa depan. Caranya dengan metode kriopreservasi menggunakan uap nitrogen cair suhu di bawah minus 150 derajat Celsius, sehingga sel tetap dalam kondisi dorman.
Dibandingkan sumsum tulang, HSC dari darah tali pusat memiliki sifat imunologis lebih “imatur”. Risiko penolakan tubuh relatif lebih rendah tapi tetap butuh evaluasi medis menyeluruh oleh tim dokter.
Namun, dr. Mururul mengingatkan terapi stem cell bukan untuk semua penyakit. Penggunaannya memiliki indikasi khusus dan harus di fasilitas kesehatan dengan standar keamanan ketat.
Dengan pemahaman tepat, HSC dari darah tali pusat adalah opsi terapi terbukti ilmiah dan terus berkembang di dunia kedokteran modern.
Tag: #terapi #darah #tali #pusat #bebaskan #thalasemia #dari #transfusi