Vaksin HPV Diperluas, Anak Laki-laki Usia 11 Tahun Mulai Divaksin 2027
Ilustrasi vaksinasi. Pemerintah memperluas program vaksin HPV dengan memasukkan anak laki-laki guna menekan angka kanker serviks.(Unsplash/Ed Us)
08:06
15 Februari 2026

Vaksin HPV Diperluas, Anak Laki-laki Usia 11 Tahun Mulai Divaksin 2027

Pemerintah memperluas program vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai bagian dari strategi nasional menekan angka kanker serviks di Indonesia.

Vaksinasi ini ditujukan untuk mencegah infeksi virus HPV, penyebab utama kanker leher rahim yang masih menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada perempuan.

Kebijakan terbaru bahkan akan mencakup anak laki-laki mulai 2027 guna memperluas perlindungan terhadap penularan virus.

Dilansir dari Antara, Rabu (4/2/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa mulai 2027 anak laki-laki usia 11 tahun akan menerima vaksin HPV. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu.

“Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa virus dan menularkannya ke pasangan,” ujar Budi.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kanker Serviks, Ketahui Gejala hingga Risiko Infeksi HPV

Vaksin sebagai pencegahan utama

Mengutip laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, Kamis (2/5/2024), vaksin HPV bertujuan melindungi dari infeksi virus penyebab kanker serviks.

Virus HPV ditularkan melalui kontak seksual dan dalam jangka panjang dapat memicu perubahan sel yang berkembang menjadi kanker.

Vaksin diberikan sebelum seseorang terpapar virus untuk memberikan perlindungan lebih optimal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional dengan target cakupan 90 persen anak perempuan usia 15 tahun pada 2030.

Baca juga: Vaksin HPV Tak Hanya Cegah Kanker Serviks, Ini Penjelasan Dokter Kandungan

Sasaran dan rekomendasi dosis

Ilustrasi vaksin HPV. Pemerintah memperluas program vaksin HPV dengan memasukkan anak laki-laki guna menekan angka kanker serviks.SHUTTERSTOCK/MedstockPhotos Ilustrasi vaksin HPV. Pemerintah memperluas program vaksin HPV dengan memasukkan anak laki-laki guna menekan angka kanker serviks.

Sasaran utama vaksin HPV adalah anak perempuan usia 9–14 tahun. Rekomendasi dosis WHO adalah sebagai berikut:

  • Anak dan Remaja

    • Usia 9–14 tahun: satu atau dua dosis dalam selang 6–12 bulan
    • Usia 15–20 tahun: satu atau dua dosis dalam selang 6 bulan
  • Dewasa

    • Usia di atas 21 tahun: dua dosis dalam selang 6 bulan

Vaksin tidak dianjurkan bagi perempuan di atas 26 tahun karena kemungkinan sudah terpapar virus HPV.

Kelompok yang tidak disarankan menerima vaksin meliputi individu dengan riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin, perempuan hamil, serta orang yang sedang mengalami sakit berat.

Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti nyeri pada area suntikan atau demam ringan.

Baca juga: Faktor Risiko Kanker Serviks Tak Hanya dari Hubungan Seksual

Program nasional dan target skrining

Program vaksin HPV nasional diluncurkan pada 2023 dengan target 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun.

Menurut Menkes, dalam tiga tahun pelaksanaan program, sekitar 1,9 juta perempuan telah menjalani deteksi dini kanker.

“Seluruh perempuan Indonesia di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara. Jika ditemukan lebih awal, kanker bisa ditangani,” ujar Budi.

Kementerian Kesehatan menargetkan dalam lima tahun ke depan sebanyak 40 juta perempuan menjalani skrining.

Selain anak perempuan usia 11 tahun, vaksinasi juga mulai menyasar kelompok usia 15 tahun dan mempertimbangkan perluasan ke usia 21 tahun.

Baca juga: Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh? Berikut Penjelasan Dokter...

Pendekatan terpadu

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa vaksinasi harus berjalan bersama skrining dan edukasi kesehatan.

Saat ini sekitar 10.000 puskesmas di Indonesia menyediakan layanan deteksi dini kanker. Program imunisasi HPV dilaksanakan melalui sekolah, puskesmas, dan posyandu, termasuk menjangkau anak yang tidak bersekolah.

Perluasan vaksinasi ke anak laki-laki pada 2027 diharapkan memperkuat upaya pencegahan penularan virus HPV dan menekan angka kanker serviks dalam jangka panjang.

Tag:  #vaksin #diperluas #anak #laki #laki #usia #tahun #mulai #divaksin #2027

KOMENTAR