Puasa Aman bagi Penderita Diabetes, Ini Batas Gula Darah yang Harus Dijaga
Ilustrasi diabetes. Dokter penyakit dalam mengungkap batas gula darah yang aman agar penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa Ramadhan tanpa risiko berbahaya.(simpson33)
10:06
13 Februari 2026

Puasa Aman bagi Penderita Diabetes, Ini Batas Gula Darah yang Harus Dijaga

Penderita diabetes yang ingin berpuasa Ramadhan harus memastikan gula darah puasa tidak lebih dari 150 mg/dL dan gula darah dua jam setelah makan tidak melebihi 200 mg/dL agar tetap aman.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD(K), menegaskan bahwa kontrol angka gula darah menjadi syarat utama sebelum memutuskan menjalankan ibadah puasa.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Selasa (10/2/2026), Andi menjelaskan bahwa mayoritas penyandang diabetes sebenarnya bisa berpuasa, selama kadar gula darah dan HbA1c berada dalam kondisi terkontrol.

Baca juga: Makanan yang Perlu Dihindari Saat Gula Darah Tinggi agar Tidak Berujung Diabetes

Batas aman gula darah saat puasa

Menurut Andi, ada beberapa angka yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berpuasa. Berikut batas aman yang disarankan:

  • Gula darah puasa (GDP) sebaiknya tidak lebih dari 150 mg/dL
  • Gula darah dua jam setelah makan (GD2PP/prandial) tidak lebih dari 200 mg/dL
  • HbA1c harus dalam kondisi terkontrol atau mendekati normal dengan bantuan diet dan obat

“Kalau gula darahnya bisa masuk atau setidaknya mendekati normal, mayoritas pasien sebenarnya bisa berpuasa,” ujar Andi.

Namun, dokter biasanya akan menyarankan menunda puasa jika gula darah terlalu tinggi. Ia menyebutkan bahwa pasien dengan gula darah di atas 250 mg/dL umumnya diminta tidak berpuasa terlebih dahulu dan menggantinya di luar Ramadhan.

Dalam kondisi tertentu yang lebih berat, keputusan bisa didiskusikan bersama tokoh agama terkait kemungkinan mengganti puasa dengan fidiah.

Baca juga: Sering Haus hingga Berat Badan Turun, Ini Gejala Awal Diabetes Menurut Dokter

Risiko hiperglikemia dan hipoglikemia

Ilustrasi diabetes. Dokter penyakit dalam mengungkap batas gula darah yang aman agar penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa Ramadhan tanpa risiko berbahaya.Freepik Ilustrasi diabetes. Dokter penyakit dalam mengungkap batas gula darah yang aman agar penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa Ramadhan tanpa risiko berbahaya.

Selain memastikan angka gula darah stabil, pasien juga perlu memahami risiko yang mungkin terjadi selama puasa. Andi menjelaskan ada dua kondisi yang harus diwaspadai, yaitu hiperglikemia dan hipoglikemia.

Tanda hiperglikemia (gula darah tinggi) meliputi:

  • Banyak minum karena haus (polidipsia)
  • Banyak buang air kecil (poliuri)
  • Banyak makan (polifagi)
  • Cepat lelah
  • Luka sulit sembuh

Sementara itu, tanda hipoglikemia (gula darah rendah) antara lain:

  • Pandangan berkunang-kunang
  • Pusing
  • Lemas
  • Kehilangan kesadaran

Pasien diabetes harus membatalkan puasa jika gula darah turun di bawah 60 mg/dL atau muncul gejala hipoglikemia meski angkanya belum mencapai 60.

“Kalau sampai pingsan atau gejalanya berat, tentu harus segera ditangani,” kata Andi.

Baca juga: Gula Darah Tinggi Apakah Pasti Diabetes? Ini Penjelasan Dokter...

Pentingnya konsultasi sebelum Ramadhan

Andi menegaskan bahwa konsultasi dengan dokter sebelum Ramadhan sangat dianjurkan. Penyesuaian jadwal makan dan minum harus direncanakan dengan baik.

Sahur pada dasarnya adalah pergeseran waktu sarapan, sementara berbuka merupakan pergeseran waktu makan malam.

Obat juga perlu disesuaikan. Sebagian pasien mungkin tetap menggunakan insulin, sementara yang lain cukup dengan obat oral seperti metformin.

Penyesuaian pola makan, termasuk porsi karbohidrat, sayur, buah, dan konsumsi takjil, perlu dibicarakan bersama dokter.

“Semua harus dikonsultasikan supaya tidak bablas dan tetap aman,” ujar dr. Andi.

Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan fisik. Pasien perlu memahami adanya perubahan jam makan dan pengelolaan cairan selama siang hari.

Baca juga: Gula Darah Puasa dan Sewaktu, Ini Penentu Diabetes Menurut Dokter

Puasa bisa aman, asal terkontrol

Andi menekankan bahwa puasa bukan hal yang mustahil bagi penyandang diabetes. Namun, kontrol angka gula darah tetap menjadi kunci utama.

Selama nilai GDP, GD2PP, dan HbA1c berada dalam batas aman, serta pasien memahami tanda bahaya, puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang.

“Yang paling penting adalah pengawasan dan komunikasi dengan dokter,” kata dr. Andi.

Tag:  #puasa #aman #bagi #penderita #diabetes #batas #gula #darah #yang #harus #dijaga

KOMENTAR