Super Flu H3N2 Lebih Mudah Menempel dan Sulit Dilawan Tubuh
Ilustrasi flu. Super flu H3N2 disebut lebih berbahaya karena mampu menempel kuat di saluran napas dan menghindari pertahanan imun tubuh.(Freepik/benzoix)
10:42
18 Januari 2026

Super Flu H3N2 Lebih Mudah Menempel dan Sulit Dilawan Tubuh

Istilah “super flu” belakangan digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza yang menyebar cepat dan menimbulkan gejala lebih berat pada sebagian pasien.

Dokter spesialis paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), menjelaskan bahwa sebutan super flu bukan istilah medis resmi, melainkan label populer untuk varian influenza A H3N2.

Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Kamis (15/1/2026), Brigitta menegaskan bahwa karakteristik biologis virus ini membuatnya lebih mudah menginfeksi dan lebih sulit dilawan tubuh.

Perbedaan inilah yang membuat super flu tidak bisa disamakan dengan influenza musiman biasa.

Bukan virus baru, tetapi lebih “lengket” di saluran napas

Super flu bukan virus baru, tetapi varian influenza yang memiliki kemampuan menempel lebih kuat pada saluran pernapasan.

Brigitta menjelaskan, virus H3N2 memiliki afinitas reseptor yang lebih kuat, sehingga memungkinkan virus menempel lebih efektif di saluran napas manusia.

Kondisi ini membuat virus lebih mudah masuk ke dalam sel dan berkembang biak di tubuh pasien.

Akibatnya, infeksi dapat terjadi lebih cepat dan meluas, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang tidak optimal.

Viral load tinggi membuat infeksi lebih berat

Ilustrasi flu. Super flu H3N2 disebut lebih berbahaya karena mampu menempel kuat di saluran napas dan menghindari pertahanan imun tubuh.Freepik Ilustrasi flu. Super flu H3N2 disebut lebih berbahaya karena mampu menempel kuat di saluran napas dan menghindari pertahanan imun tubuh.

Selain kemampuan menempel yang kuat, super flu juga memiliki viral load yang tinggi. Viral load menggambarkan jumlah virus yang ada di dalam tubuh saat infeksi terjadi.

Brigitta menyebutkan bahwa viral load yang tinggi membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk melawan infeksi.

Situasi ini menjelaskan mengapa gejala super flu dapat muncul lebih cepat dan terasa lebih berat dibandingkan flu biasa.

Kemampuan virus menghindari antibodi

Super flu juga memiliki kemampuan untuk “bersembunyi” dari antibodi yang terbentuk akibat infeksi influenza sebelumnya.

Brigitta menjelaskan bahwa virus ini dapat menghindari antibodi dari virus flu lain, sehingga tubuh tidak sepenuhnya siap saat terpapar.

Kondisi ini membuat seseorang tetap bisa mengalami infeksi meski pernah terkena flu sebelumnya.

Respons imun yang seharusnya bekerja cepat menjadi kurang efektif pada fase awal infeksi.

Kenapa pasien komorbid lebih rentan?

Karakteristik virus super flu menjadi lebih berbahaya ketika menyerang pasien dengan penyakit penyerta.

Brigitta menjelaskan bahwa pasien komorbid umumnya mengalami penurunan sistem imunitas tubuh.

Penurunan daya tahan ini membuat virus lebih mudah menginfeksi dan memunculkan gejala yang lebih berat.

Kombinasi antara viral load tinggi, kemampuan menghindari antibodi, dan imunitas yang menurun menjadikan pasien komorbid kelompok yang paling berisiko.

Tanda klinis yang mengharuskan ke rumah sakit

Super flu tidak selalu berakhir sebagai penyakit ringan, terutama pada kelompok rentan.

Brigitta menyebutkan bahwa ada sejumlah gejala yang menjadi alasan pasien harus segera dibawa ke rumah sakit.

Gejala tersebut meliputi sesak napas, penurunan saturasi oksigen, penurunan kesadaran, nyeri dada, demam tinggi yang tidak membaik dengan obat penurun panas, serta dehidrasi pada lansia.

Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa infeksi sudah memengaruhi kondisi tubuh secara serius.

Peran vaksin dalam menghadapi super flu

Vaksin influenza tetap memiliki peran penting dalam menghadapi super flu, meski tidak selalu mencegah infeksi.

Brigitta menjelaskan bahwa vaksin dapat menurunkan risiko gejala berat dan kemungkinan kematian.

Vaksin juga melatih sistem imun, khususnya sel memori, sehingga respons imun tubuh dapat terbentuk lebih cepat saat terpapar virus.

Respons yang lebih cepat ini membantu tubuh mengendalikan infeksi sebelum berkembang menjadi kondisi berat.

Super flu perlu dipahami, bukan ditakuti

Super flu bukan istilah untuk menimbulkan kepanikan, tetapi penanda bahwa virus influenza terus mengalami perubahan.

Pemahaman tentang cara virus bekerja menjadi penting agar masyarakat tidak meremehkan flu, terutama pada kelompok berisiko.

Mengenali karakteristik super flu, menjaga kewaspadaan terhadap gejala berat, dan memahami peran vaksin menjadi langkah penting agar infeksi tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Tag:  #super #h3n2 #lebih #mudah #menempel #sulit #dilawan #tubuh

KOMENTAR