Insomnia Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung, Jangan Abaikan
- Banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk jantung.
Insomnia, gangguan tidur yang ditandai sulit tidur atau sulit mempertahankan tidur, kini tak lagi dipandang sekadar masalah kelelahan, melainkan faktor risiko serius bagi penyakit jantung.
Sekitar 10 persen warga Amerika Serikat dilaporkan mengalami insomnia kronis, sementara jutaan lainnya mengaku memiliki kualitas tidur yang buruk.
Temuan ini menjadi perhatian para peneliti, karena tidur yang terganggu berkaitan dengan meningkatnya berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan mental hingga penyakit kardiovaskular.
Insomnia dan kaitannya dengan penyakit jantung
Masalah kesehatan muncul ketika kebutuhan tidur tersebut tidak terpenuhi secara konsisten.
Dr. Julio Fernandez-Mendoza, profesor psikiatri dan kesehatan perilaku di Penn State College of Medicine menjelaskan, tim penelitinya merupakan salah satu yang pertama menunjukkan hubungan kuat antara insomnia dan risiko penyakit jantung.
“Kami menemukan bahwa orang yang mengeluh insomnia, kesulitan untuk tidur atau tetap tidur—lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko terkena penyakit jantung,” ungkapnya, seperti dikutip dari CBS News, Rabu (7/1/2026).
Pada remaja dan orang dewasa, insomnia dan kurang tidur terbukti memicu peningkatan stres, perubahan kadar hormon, serta peradangan dalam tubuh.
Ia menilai, kondisi-kondisi tersebut umumnya muncul jauh sebelum seseorang didiagnosis penyakit jantung.
Insomnia dapat menjadi sinyal awal bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi tidak seimbang. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kardiovaskular yang lebih serius.
Mengapa kurang tidur berdampak pada jantung?
Saat tidur, tubuh menjalani proses pemulihan penting, termasuk mengatur tekanan darah, menstabilkan kadar hormon, serta memperbaiki jaringan dan sel yang rusak.
Kurang tidur mengganggu proses ini dan membuat sistem tubuh bekerja di bawah tekanan.
Peningkatan hormon stres seperti kortisol, misalnya, dapat menyebabkan tekanan darah naik dan memicu peradangan kronis.
Dalam jangka panjang, kondisi ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Tak heran jika para ahli kini memandang tidur sebagai salah satu pilar utama kesehatan jantung, sejajar dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur.
Berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan tubuh?
Kebutuhan tidur tidak bersifat seragam dan berubah seiring bertambahnya usia.
Orang dewasa yang tidur sekitar tujuh hingga delapan jam per malam cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, serta risiko penyakit yang lebih rendah.
“Orang dewasa yang melaporkan tidur sekitar tujuh hingga delapan jam per malam umumnya memiliki kesehatan terbaik, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental, serta umur panjang,” ujar Fernandez-Mendoza.
Namun, kebutuhan tidur menurun pada usia lanjut. Orang dewasa di atas 65 tahun, kata dia, umumnya hanya membutuhkan sekitar enam hingga tujuh jam tidur per malam.
Sebaliknya, kelompok usia muda justru memerlukan waktu tidur yang lebih panjang.
“Kaum muda membutuhkan waktu tidur paling banyak, setidaknya sembilan jam, dan beberapa anak kecil bahkan membutuhkan lebih dari itu,” terang dia.
Kebiasaan tidur yang perlu diperhatikan
Bagi sebagian orang, memperbaiki kualitas tidur dapat dimulai dari perubahan gaya hidup sederhana.
Fernandez-Mendoza menyarankan beberapa kebiasaan dasar untuk mendukung tidur yang lebih baik.
“Kebiasaan tidur yang baik meliputi mengurangi kafein dan alkohol, berhenti merokok, serta berolahraga secara teratur,” katanya.
Ia juga menyarankan untuk menjaga pola makan tetap teratur, tidak melewatkan waktu makan, tidak makan terlalu larut malam, dan menghindari porsi makan berlebihan sebelum tidur.
Kebiasaan-kebiasaan ini membantu tubuh memasuki fase istirahat dengan lebih optimal.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan.
Padahal, bukti ilmiah menunjukkan bahwa insomnia bukan hanya soal rasa lelah keesokan harinya, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan jantung.
Tag: #insomnia #dapat #meningkatkan #risiko #penyakit #jantung #jangan #abaikan