KEK Gresik Mampu Produksi 60 Ton Emas, Dorong Pembentukan Bank Emas melalui BRI dan BSI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (Dinda Juqita/Jawa Pos)
12:18
10 Desember 2024

KEK Gresik Mampu Produksi 60 Ton Emas, Dorong Pembentukan Bank Emas melalui BRI dan BSI


Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) didorong menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi. Salah satu KEK yang diharapkan memberikan kontribusi signifikan adalah KEK Gresik.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, KEK Gresik yang notabene fokus kepada hilirisasi dapat memproduksi 60 ton emas per tahun. Dia menyebut, Indonesia semestinya memiliki bullion bank karena telah mampu memproduksi emas di KEK Gresik.

Hal itu merujuk pada Freeport yang disebut Airlangga sejak 1967 telah mengekspor tembaga 30 juta ton ke Spanyol dan Jepang untuk diolah menjadi emas batangan.

’’Anda bisa bayangkan dari 1967 sampai 2024, dari Freeport, kita menghasilkan emas mendekati nol. Jadi, produksi tembaga bisa menghasilkan 30 ton. Jadi, 30 ton itu dibagi antara Spanyol dan Jepang. Jadi, kali ini untuk pertama kalinya di Gresik bisa diproduksi emas sebanyak 60 ton,’’ ujarnya dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) di Jakarta, Senin (9/12).

Mantan Menperin itu menyebut, pemerintah serius menjadikan emas sebagai produk unggulan hasil hilirisasi dan dikembangkan melalui bullion bank atau bank emas.

’’Dulu, stok emas kita hanya ditaruh gudang penyimpanan dan kita hanya mencatat tonasenya saja, tidak nilainya. Bank-bank lain, termasuk di Singapura, menaruh emasnya ke dalam neraca keuangannya,’’ jelas Airlangga.

Dengan bullion bank, menurutnya, nilai tambah produk emas akan semakin nyata dirasakan. Airlangga mengaku sudah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bullion bank yang fokus dalam perdagangan logam mulia seperti emas dalam bentuk batangan atau koin.

Dia meyakini peluang bisnis bullion bank sangat besar karena emas merupakan investasi safe haven sehingga kerap menjadi pilihan utama pada saat krisis terjadi. ’’Dan dalam lima tahun terakhir ini, kita mengalami begitu banyak krisis. Saya kira tidak bijaksana apabila kita tidak memanfaatkan keunggulan sendiri,’’ tuturnya.

Meski begitu, secara umum, Airlangga memerinci, ada beberapa proyek KEK dengan realisasi investasi yang masih minim, di antaranya KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Morotai di Maluku Utara dan KEK Arun Lhokseumawe di Aceh.

Padahal, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen, pengembangan KEK menjadi salah satu inisiatif yang diyakini mampu mendorong tercapainya target itu.

Di sektor pariwisata, Airlangga menyebut ada beberapa KEK yang membutuhkan perbaikan dari segi akses. Misalnya di Bangka Belitung yang membutuhkan akses penerbangan regional (regional flight). ’’Bapak Presiden sudah memberikan arahan bahwa regional flight harus dibuka karena itu lokasinya sangat strategis,’’ imbuh dia.

Hal serupa juga berlaku untuk destinasi wisata prioritas lainnya seperti Labuan Bajo dan Mandalika di Lombok. Pemerintah mendorong pembukaan akses penerbangan internasional langsung ke kawasan-kawasan tersebut agar pariwisata bisa lebih optimal. (dee)

Editor: Dhimas Ginanjar

Tag:  #gresik #mampu #produksi #emas #dorong #pembentukan #bank #emas #melalui

KOMENTAR