

ILUSTRASI. Emas masih jadi instrumen investasi yang diminati masyarakat. (Pegadaian)


Luncurkan Green Gold, Treasury Incar Kalangan Muda yang Melek Digital dan Peduli Lingkungan
- Emas masih jadi salah satu instrumen investasi fisik yang dilirik oleh masyarakat. Alih-alih menggeser "uang dinginnya" ke saham, deposito, atau metode investasi lainnya yang tidak terlihat, emas masih digemari karena sifatnya yang cenderung stabil. Di Indonesia sendiri, investasi emas termasuk hal yang lumrah karena harga emas yang kerap naik tiap tahun. Tak hanya itu saja, ada banyak keuntungan investasi emas yang bisa kita dapatkan. Bentuknya yang menarik menjadikan perhiasan satu ini mampu memikat perhatian banyak orang. Lebih terkenal sebagai barang investasi, emas juga diyakini mampu memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Hal ini sangat wajar, terlebih lagi jika terdapat selisih yang cukup besar antara harga beli dengan harga jual. Di era yang semakin maju seperti sekarang ini, semakin banyak orang terpelajar dan tergiur untuk melakukan investasi. Investasi emas saat ini juga telah menjadi favorit di berbagai kalangan usia. Mulai dari generasi milenial hingga generasi baby boomers. Bahkan, investasi emas digadang-gadang lebih menguntungkan dari pada jenis investasi lainnya. Untuk anak muda yang mulai melirik emas sebagai investasi, metode yang tersedia saat ini juga banyak. Mulai dari mendatangi toko emas atau perhiasan secara langsung, membeli di gerai resmi seperti Pegadaian atau Antam sampai via aplikasi smartphone, semua bisa dilakukan dengan mudah. Yang terakhir juga jadi tren, aplikasi smartphone yang menawarkan kemudahan investasi emas bagi anak muda atau milenial. Kesempatan tersebut ditangkap oleh Treasury, pelopor platform investasi emas digital berizin Bappebti, mengumumkan peluncuran Green Gold. Program yang diklaim pertama di dunia ini mengajak investor untuk berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, dengan menetrasliasi jejak karbon dari investasi emas, tepat pada peringatan Hari Bumi beberapa waktu lalu. Inisiatif yang dirancang untuk memudahkan investor dalam investasi emas yang berkelanjutan ini dikatakan dibuat demi lingkungan yang lebih hijau. Juga, inisiatif ini didorong oleh dampak lingkungan yang ditimbulkan dari sektor investasi, termasuk emas. Dimana dalam setiap produksi 1 gr emas, setidaknya menghasilkan 28,2 Kg gas karbon yang dilepaskan ke udara. "Green Gold adalah cara kami mendefinisikan ulang arti berinvestasi emas. Dimana kami ingin mengajak para investor tidak hanya memilih emas sebagai aset yang terus meningkat nilainya, namun juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup yang berkelanjutan," kata Andreas Santoso, selaku CEO Treasury, Jumat (26/4). Dirinya melanjutkan, ini adalah sebuah gerakan menuju praktik investasi yang bertanggung jawab, yang memprioritaskan keberlanjutan lingkungan hidup agar hari esok lebih baik dan lebih hijau. Untuk setiap transaksi beli emas yang dilakukan melalui inisiatif Green Gold di Treasury, investor telah berkontribusi menanam pohon dan terlibat dalam proyek pengurangan jejak karbon yang dirancang untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan, yang disebabkan oleh aktivitas penambangan dan perdagangan emas. Selain itu, Treasury berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon yang diakibatkan dari kegiatan penambangan dan investasi emas, sehingga investasi emas di Treasury tidak meninggalkan jejak karbon atau karbon netral. Untuk kalangan muda yang masih awam, investor dipastikan akan menerima laporan agar dapat memantau kontribusi atas investasi emas mereka di Treasury terhadap proyek penanaman pohon dan pengurangan jejak karbon, sebagai upaya untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan hidup.
Editor: Estu Suryowati
Tag: #luncurkan #green #gold #treasury #incar #kalangan #muda #yang #melek #digital #peduli #lingkungan