Menurut Ekonom, Dua Program Ini Bisa Dongkrak Ekonomi RI 2027
Foto udara suasana pembangunan salah satu industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026). Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menyumbang sekitar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
18:12
12 Juni 2026

Menurut Ekonom, Dua Program Ini Bisa Dongkrak Ekonomi RI 2027

- Upaya pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5 persen pada 2027 dinilai akan sangat bergantung pada efektivitas sejumlah program prioritas.

Di antara delapan klaster program yang disiapkan pemerintah, hilirisasi dan industrialisasi disebut memiliki potensi terbesar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kedua program tersebut mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih cepat karena dapat menarik investasi, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan memperluas basis industri nasional.

“Kalau ditanya program mana yang paling berpotensi mendorong pertumbuhan pada 2027, saya melihatnya dari kecepatan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi. Dalam jangka pendek, hilirisasi dan industrialisasi menjadi motor yang paling menjanjikan,” ujar Yusuf kepada Kompas.com, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Ekonom: 8 Program Prioritas Belum Cukup untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Menurut dia, selain hilirisasi, sektor infrastruktur dan perumahan juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi.

Alasannya, sektor konstruksi memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang tinggi sekaligus mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Yusuf menilai, pembangunan infrastruktur dan perumahan dapat memberikan dorongan langsung terhadap aktivitas ekonomi, terutama di tengah target pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027.

Di sisi lain, program ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa juga dinilai memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi.

Program tersebut dinilai dapat memperkuat konsumsi rumah tangga karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat berpendapatan rendah yang memiliki kecenderungan belanja lebih tinggi.

Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang berpotensi menciptakan efek ekonomi tersebut.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa kedua program tersebut masih tergolong baru sehingga efektivitas dan dampaknya terhadap perekonomian perlu dievaluasi secara berkala.

“Program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memberikan efek tersebut, meskipun karena masih relatif baru, efektivitas dan dampak ekonominya perlu terus dievaluasi,” katanya.

Selain itu, ketahanan pangan juga dinilai berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi melalui stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan.

Namun, Yusuf menilai dampak kedua sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi lebih banyak dirasakan dalam jangka menengah hingga panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Yusuf, seluruh delapan program prioritas pemerintah memiliki fungsi yang berbeda dalam menjawab persoalan struktural ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Yusuf tidak melihat perlunya memangkas salah satu program demi efisiensi anggaran.

Sebaliknya, pemerintah dinilai perlu memastikan setiap program berjalan efektif dan menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal.

“Penghematan yang sehat berasal dari pengurangan program yang tumpang tindih, memiliki dampak ekonomi rendah, atau berisiko mengalami kebocoran anggaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, program-program dengan kebutuhan anggaran besar, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan ketepatan sasaran dan efektivitas pelaksanaannya.

Menurut Yusuf, fokus kebijakan sebaiknya bukan menghapus program prioritas, melainkan meningkatkan kualitas implementasi sehingga setiap rupiah belanja negara mampu menghasilkan dampak ekonomi yang maksimal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan delapan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan menjadi fokus kebijakan fiskal pada 2027.

Delapan program prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Baca juga: Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh, Target 2027 Lebih Berat

Tag:  #menurut #ekonom #program #bisa #dongkrak #ekonomi #2027

KOMENTAR