Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) memastikan pemerintah batal menaikkan Harga Minyakita. [Antara]
17:52
12 Juni 2026

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan memastikan pemerintah tak jadi menaikkan Harga Eceran Tertinggi atau HET Minyakita yang saat ini masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter.

Menurut Budi, hingga saat ini pemerintah tetap mempertahankan HET Minyakita dan belum mengambil keputusan untuk melakukan penyesuaian harga.

"Sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng. Jadi HET minyak goreng masih Rp15.700,"kata Budi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Alih-alih menaikkan harga, Kementerian Perdagangan justru berupaya memperluas distribusi Minyakita agar semakin mudah diperoleh masyarakat, khususnya di pasar-pasar rakyat.

Budi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food untuk memperkuat pasokan Minyakita ke berbagai daerah.

"Justru kita ingin memperbanyak distribusi Minyakita itu ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN pangan, ada Bulog, ada ID Food," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengalihkan penggunaan minyak goreng untuk program bantuan pangan. Jika sebelumnya sebagian pasokan Minyakita digunakan untuk bantuan sosial, ke depan bantuan pangan akan menggunakan merek minyak goreng lain.

"Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, maka bantuan pangan untuk minyak tidak pakai Minyakita, tapi pakai minyak merek lain," ujar Budi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menambah ketersediaan Minyakita di pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan minyak goreng sesuai HET.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng kemasan kategori second brand atau merek pendamping Minyakita.

Menurut Budi, produk tersebut saat ini sudah mulai banyak beredar di pasar rakyat dan menjadi alternatif bagi masyarakat.

"Kita juga minta kepada produsen untuk memproduksi yang lebih banyak minyak second brand. Yaitu minyak pendampingnya Minyakita," kata dia.

Budi mengklaim ketersediaan minyak goreng murah di pasar saat ini semakin membaik karena masyarakat tidak hanya bergantung pada Minyakita.

"Jadi tidak hanya Minyakita, tetapi minyak goreng second brand juga sudah banyak. Jadi sudah mudah untuk didapatkan," ujarnya.

Saat ditanya apakah rencana kenaikan HET Minyakita batal dilakukan, Budi enggan menyebutnya sebagai pembatalan. Namun ia menegaskan hingga kini pemerintah masih mempertahankan harga yang berlaku.

"Jadi sampai saat ini tidak ada kenaikan. Sampai saat ini belum, atau tidak naik," kata Budi.

Bahkan ketika kembali ditanya apakah kenaikan hanya ditunda, Budi memberi sinyal pemerintah cenderung mempertahankan harga Minyakita saat ini.

"Kita lihat dulu ya, tapi kan kita kemungkinan sampai saat ini berpikir bahwa ini tidak naik," pungkasnya.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #pemerintah #batal #naikkan #harga #minyakita

KOMENTAR