IHSG Dibuka Peluang Rebound, Ini Strategi yang Disarankan untuk Investor Ritel
Ilustrasi saham. (PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV)
08:08
12 Juni 2026

IHSG Dibuka Peluang Rebound, Ini Strategi yang Disarankan untuk Investor Ritel

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks diperkirakan bergerak di area support 5.803-5.688, sementara level resistance di 6.058-6.178.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyarankan investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham pilihan yang memiliki fundamental solid.

Selain itu, investor juga dapat memfokuskan perhatian pada emiten dengan valuasi yang relatif murah, serta saham-saham yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah tren (trend reversal).

Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, investor tetap diimbau untuk menerapkan manajemen risiko secara disiplin guna menjaga portofolio dan mengantisipasi potensi volatilitas yang masih tinggi.

“Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid; Fokus pada saham bervaluasi murah; Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan; Gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” ujar Nafan Jumat pagi ini.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, Saham MEDC, PGAS Hungga AADI Berpotensi Cuan

Ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang dinilai masih memiliki peluang penguatan di tengah pergerakan pasar yang cenderung volatil.

Untuk saham AMRT, Nafan melihat adanya potensi akumulasi yang menarik. Investor disarankan melakukan accumulative buy, terutama pada area harga Rp 1.260- Rp 1.370.

Secara teknikal, saham emiten pengelola jaringan ritel Alfamart tersebut memiliki target harga terdekat di Rp 1.415. Jika momentum penguatan berlanjut, AMRT berpeluang menuju target berikutnya di Rp 1.490- Rp 1.595.

Adapun level support berada pada area 1.260 dan 1.160.

Baca juga: IHSG Terkoreksi Tipis, Asing Serok Saham TLKM, BBCA, TPIA, Hingga ANTAM

Sementara itu, saham EXCL juga dinilai memiliki potensi akumulasi yang menarik setelah menunjukkan peluang pembentukan tren kenaikan.

Investor direkomendasikan melakukan accumulative buy pada kisaran harga Rp 2.580- Rp 2.680. Untuk jangka pendek, saham EXCL memiliki target harga di Rp 2.850.

Selanjutnya, saham ini berpotensi menguji area Rp 3.180- Rp 3.440, apabila tren penguatan terus berlanjut. Level support EXCL berada pada kisaran 2.580-2.330.

Di sektor telekomunikasi, Nafan menilai tren kenaikan saham ISAT masih terjaga. Oleh karena itu, investor disarankan melakukan penambahan posisi (add) pada area harga Rp 1.845- Rp 1.925.

Saham ISAT memiliki target harga terdekat di level 1.950, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan ke level 2.020 dan 2.150. Sementara itu, area support berada pada level 1.845 dan 1.660.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #dibuka #peluang #rebound #strategi #yang #disarankan #untuk #investor #ritel

KOMENTAR