Alat Baru Ukur Kinerja 514 Pemda Diluncurkan, Tiap Daerah Bisa Bandingkan Hasil Pembangunan
- Sebuah alat berbasis data untuk mengukur dan membandingkan kinerja pemerintah daerah (pemda) resmi diluncurkan di Indonesia.
Alat yang diberi nama Regional Government Success Scorecard (RGSS) atau Kartu Skor Keberhasilan Pemerintah Daerah tersebut mencakup 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Direktur Evaluasi Kinerja Daerah dan Peningkatan Kapasitas Kementerian Dalam Negeri Heriyandi Roni menyambut baik kehadiran RGSS sebagai alat yang bermanfaat untuk lebih memahami faktor-faktor yang terkait dengan perbedaan hasil dan kinerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia
Menurutnya, RGSS dapat memperkuat tata kelola daerah yang membutuhkan pendekatan berbasis bukti dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
"Kami berharap inisiatif ini dapat mendukung pembelajaran yang konstruktif dan pembuatan kebijakan yang terinformasi di antara pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan hasil pembangunan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Pajak Kendaraan Listrik Diatur Pemda Bakal Bikin Investor Bingung
Untuk diketahui, RGSS dikembangkan oleh Chandler Governance Group (CGG) dengan dukungan Gates Foundation. Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih sebagai lokasi uji coba penerapan instrumen tersebut.
Untuk menyesuaikan dengan karakteristik tata kelola di Indonesia, CGG menggandeng Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
RGSS dirancang sebagai alat berbasis data yang dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan menjawab pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pemerintah daerah. Instrumen ini juga diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, penyusunan kebijakan, hingga penganggaran yang lebih efektif.
Aplikasi RGSS di Indonesia menyajikan gambaran komparatif dan kontekstual mengenai kinerja 514 kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan kondisi struktural masing-masing daerah.
Dengan pendekatan tersebut, perbandingan kinerja tidak hanya didasarkan pada capaian akhir, tetapi juga memperhitungkan tantangan dan karakteristik yang dihadapi setiap wilayah.
CEO Chandler Governance Group Wu Wei Neng menambahkan, RGSS bukan sekadar instrumen pemeringkatan daerah, melainkan alat diagnostik yang dapat membantu pemimpin nasional maupun daerah memahami penyebab perbedaan hasil tata kelola.
"RGSS bukanlah rapor, ini adalah alat diagnostik. Tujuan kami adalah untuk membantu para pemimpin nasional dan lokal lebih memahami faktor-faktor yang terkait dengan variasi hasil dan keluaran tata kelola di berbagai konteks, dan untuk mengungkap pelajaran praktis yang dapat dibagikan di seluruh pemerintahan daerah," kata Wu.
Wu menambahkan, Indonesia menjadi konteks pertama yang penting bagi penerapan RGSS karena memiliki 514 kabupaten dan kota dengan karakteristik yang sangat beragam. Pengalaman Indonesia nantinya akan menjadi pembelajaran dalam pengembangan dan penerapan RGSS di negara lain.
Bersamaan dengan peluncuran RGSS, diperkenalkan pula situs web yang menyediakan profil pemerintah daerah, peringkat, serta berbagai alat analisis data interaktif. Pengguna dapat mencari, membandingkan, dan mengunduh data dari 514 kabupaten dan kota untuk keperluan analisis maupun perumusan kebijakan.
Tag: #alat #baru #ukur #kinerja #pemda #diluncurkan #tiap #daerah #bisa #bandingkan #hasil #pembangunan