Pengamat: Transparansi Danantara Harus Relevan bagi Publik
Wisma Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.(KOMPAS.com/TEUKU MUHAMMAD VALDY ARIEF)
06:50
12 Juni 2026

Pengamat: Transparansi Danantara Harus Relevan bagi Publik

- Transparansi pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dinilai tidak harus diwujudkan dengan membuka seluruh informasi investasi kepada publik.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip) Satria Aji Imawan mengatakan, yang lebih penting adalah membangun sistem pelaporan dan audit yang relevan bagi masyarakat serta mampu menumbuhkan kepercayaan publik.

"Sebenarnya, transparansi itu tidak lantas membuka semuanya, melainkan membangun pelaporan audit yang relevan dengan publik dan menimbulkan ketentraman," kata Satria dalam keterangan pers, dikutip Jumat (12/6/2026).

"Jadi saya pikir itu yang lebih utama ketimbang semua dibuka kepada publik," lanjut dia.

Menurut Satria, legitimasi sebuah lembaga investasi negara umumnya dibangun melalui tata kelola yang mampu memperoleh perhatian dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, kepatuhan terhadap standar internasional perlu diiringi dengan pertanggungjawaban atas dana yang dikelola untuk kepentingan publik.

Baca juga: Pertaruhan Tata Kelola Danantara Sumberdaya Indonesia

Legitimasi Dibangun dari Kepercayaan Publik

"Legitimasi itu dibangun melalui hal-hal yang mendapat atensi publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan hal-hal yang kemudian berhubungan langsung dengan publik," ujarnya.

"Memang kepatuhan harus dibangun melalui standar internasional, tapi lebih penting adalah dibangun melalui dana yang dikelola oleh Danantara yang dibayarkan oleh publik," lanjut Satria.

Ia menambahkan, fondasi laporan keuangan dan tata kelola yang kuat menjadi aspek penting bagi Danantara karena lembaga tersebut melibatkan banyak pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Penting juga membangun fondasi laporan keuangan dan governance yang kuat dari Danantara karena melibatkan banyak aktor di berbagai lini, bahkan tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional," kata Satria.

"Sehingga, saya pikir fondasi governance dan kesepakatan tata kelola yang dibangun itu lebih penting," tambahnya.

Baca juga: Misbakhun: BPI Danantara Wujud Peran Negara Menjaga Keseimbangan Pasar dan Rakyat

Danantara Benahi Laporan Keuangan BUMN

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, penyusunan laporan keuangan Danantara memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda karena merupakan hasil konsolidasi laporan keuangan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya.

Karena itu, Danantara saat ini tengah melakukan pembenahan besar-besaran, termasuk pembersihan buku keuangan BUMN yang menjadi fondasi laporan keuangan lembaga tersebut.

Langkah tersebut mencakup proses impairment atau penurunan nilai aset bermasalah yang nilainya mencapai Rp 100 triliun.

"Laporan keuangan Danantara itu adalah konsolidasi daripada laporan seluruh BUMN. Nah kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan BUMN dan ada beberapa BUMN yang belum selesai," ujar Dony di Jakarta.

Menurut dia, pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterbukaan dan tata kelola perusahaan pelat merah ke depan.

"Ini bentuk daripada transparansi dan komitmen kita semua bahwa BUMN ke depan harus dikelola secara transparan," jelas Dony.

Baca juga: Respons Harga Pertamax Naik, Bos Danantara: Masak Ditanggung Terus...

Tag:  #pengamat #transparansi #danantara #harus #relevan #bagi #publik

KOMENTAR