MinyaKita Langka di Padang, Mendag Libatkan BUMN Pangan Perkuat Distribusi
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
20:08
10 Juni 2026

MinyaKita Langka di Padang, Mendag Libatkan BUMN Pangan Perkuat Distribusi

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menyatakan pihaknya bakal memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Pangan.

Pernyataan itu Busan sampaikan saat dimintai tanggapan terkait MinyaKita sulit didapatkan pedagang dari distributor di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Busan mengatakan, BUMN Pangan bakal memaksimalkan distribusi MinyaKita ke pasar-pasar tradisional.

Baca juga: Mendag: Tidak Ada Lagi MinyaKita untuk Bantuan Pangan...

Ilustrasi Minyakita di pasaranKOMPAS.COM/YULIAN ISNA SRI ASTUTI Ilustrasi Minyakita di pasaran

“Saya sampaikan salah satunya kita nanti optimalkan peran BUMN Pangan ya untuk bisa masuk ke pasar-pasar rakyat,” kata Busan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Busan mengakui, distribusi MinyaKita beberapa waktu lalu kurang maksimal karena Minyak Goreng Rakyat itu banyak terserap untuk program Bantuan Pangan.

Akibatnya, stok di pasaran menjadi sedikit dan konsumen merasa MinyaKita langka.

Saat ini, pemerintah telah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan MinyaKita sebagai komponen Bantuan Pangan.

Baca juga: Belum Putuskan HET Baru MinyaKita, Pemerintah Tunggu CPO Stabil

“Jadi sekarang sudah disepakati semua harus didistribusikan ke pasar rakyat,” ujar Busan.

Untuk mengendalikan distribusi MinyaKita, Kementerian Perdagangan mewajibkan produsen menyalurkan MinyaKita minimal 35 persen melalui BUMN Pangan.

Dengan kebijakan tersebut dan keputusan tidak lagi menggunakan untuk Bantuan pangan, menurutnya MinyaKita akan lebih mudah ditemukan di pasaran.

“Sebagian kemarin kan untuk bantuan pangan, nah sekarang harus ke pasar rakyat sehingga terjangkau oleh masyarakat,” ucap Busan.

Baca juga: Pemerintah Putuskan Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasannya

Minyakita di Pasar Johar Karawang, Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).KOMPAS.COM/FARIDA Minyakita di Pasar Johar Karawang, Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, kata Busan, pemerintah juga terus mendorong produsen membuat second brand atau minyak goreng dengan kualitas yang sama seperti MinyaKita.

Masyarakat juga diimbau untuk bisa menggunakan second brand karena MinyaKita hanya merek dagang pemerintah dan tidak menjadi indikator stok minyak goreng di pasaran.

“Kita terus mendorong produsen untuk membuat MinyaKita ya sebanyak mungkin,” kata Busan.

Sebelumnya, pedagang di Pasar Raya, Kota Padang mengalami kelangkaan MinyaKita karena pasokan dari distributor seret.

Baca juga: Kemendag Minta Take Down Ribuan Iklan Minuman Beralkohol hingga Minyakita dari Marketplace

Pedagang Pasar Raya, Linda mengaku hanya bisa mendapatkan satu dus MinyaKita ukuran dua kilogram dua hari sekali.

Satu dus MinyaKita itu bahkan bukan Linda dapatkan dari distributor melainkan pedagang lain di Pasar Raya.

Karena itu, Linda terpaksa menjual MinyaKita lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

“Hasilnya tentu kami tidak bisa menjual dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Tag:  #minyakita #langka #padang #mendag #libatkan #bumn #pangan #perkuat #distribusi

KOMENTAR