Sido Muncul Resmikan Lab Farmakologi, Perkuat Pengembangan Herbal Berbasis Riset dan Bukti Ilmiah
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang baru diresmikan akan digunakan untuk mendukung berbagai penelitian produk unggulan perusahaan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar di Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/MUCHAMAD FATAH AKROM)
17:12
10 Juni 2026

Sido Muncul Resmikan Lab Farmakologi, Perkuat Pengembangan Herbal Berbasis Riset dan Bukti Ilmiah

 PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan produk berbasis riset melalui peresmian Laboratorium Farmakologi di kawasan pabrik Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar, serta pengguntingan pita bersama Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, SpPD, Subsp HOnkM(K), FINASIM, serta Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Dra Hj Nur Arifah.

Bagi Sido Muncul, keberadaan laboratorium tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggabungkan kekayaan pengetahuan herbal Indonesia dengan pendekatan ilmiah modern.

Melalui fasilitas tersebut, perusahaan ingin memastikan bahwa produk-produk yang dikembangkan tidak hanya dikenal berdasarkan pengalaman empiris masyarakat, tetapi juga memiliki dukungan data dan penelitian yang memadai.

"Tidak banyak perusahaan jamu yang memiliki laboratorium farmakologi. Ini penting untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk," ujar Irwan Hidayat saat peresmian laboratorium.

Menurut dia, penguatan riset akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan, seiring upaya mendorong produk-produk herbal Indonesia agar semakin diterima berdasarkan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Dalam beberapa bulan ke depan atau dalam setahun ini, kami berharap mendapatkan lebih banyak bukti ilmiah terhadap produk-produk kami maupun produk jamu secara umum. Kalau khasiatnya belum optimal, kami akan perbaiki. Orientasinya adalah berbasis riset," kata Irwan.

Perkuat riset produk unggulan

Sebagai informasi, laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah berdiri sejak 2001 dan menjadi salah satu fasilitas riset yang digunakan perusahaan untuk mendukung pengembangan berbagai produk. Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian, laboratorium kemudian dipindahkan ke gedung permanen yang lebih representatif dan mulai beroperasi di lokasi baru pada 2020.

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang baru diresmikan, Selasa (9/6/2026).KOMPAS.com/MUCHAMAD FATAH AKROM Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang baru diresmikan, Selasa (9/6/2026).

Selama lebih dari dua dekade beroperasi, laboratorium tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian, mulai dari uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, hingga pengujian terkait stamina dan keamanan produk. Hasil-hasil penelitian tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk perusahaan.

Salah satu produk yang menjadi fokus penguatan riset adalah Tolak Angin. Untuk menjaga mutu, keamanan, dan khasiat produk, Sido Muncul bekerja sama dengan sejumlah institusi akademik, antara lain Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Penelitian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengujian mutu bahan baku herbal, uji keamanan penggunaan jangka panjang, hingga penelitian klinis. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap klaim yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Selain Tolak Angin, laboratorium juga digunakan untuk mendukung penelitian berbagai produk lain yang tengah dikembangkan perusahaan. Salah satunya SM-Diabe.

Menurut Irwan, hasil pengujian awal pada hewan percobaan (tikus) menunjukkan adanya perbedaan respons kadar gula darah antara kelompok yang diberikan SM-Diabe dan kelompok kontrol.

"Dalam uji pada tikus, yang diberi SM-Diabe menunjukkan kenaikan gula darah yang tidak signifikan setelah 15 menit dan kembali normal dalam dua jam. Sementara tikus tanpa SM-Diabe mengalami lonjakan yang lebih tajam," ujar Irwan.

Ia menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari penelitian awal yang dilakukan untuk memperoleh bukti ilmiah sebelum dilakukan pengembangan dan penelitian lanjutan.

Menurut Irwan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penelitian yang kredibel. Selain memperkuat validitas hasil riset, kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang obat bahan alam Indonesia.

"Kami siap bekerja sama dengan universitas sebagai pembimbing penelitian. Mendapatkan bukti empiris lebih cepat menjadi hal yang penting untuk mendukung pengembangan produk," ujarnya.

Menjawab tantangan informasi di ruang digital

Selain produk herbal, laboratorium tersebut juga digunakan untuk mendukung penelitian berbagai kategori produk lain yang dimiliki perusahaan, termasuk minuman berenergi Kuku Bima.

Irwan mengatakan masih banyak informasi yang beredar di masyarakat yang mengaitkan konsumsi minuman berenergi dengan berbagai gangguan kesehatan tanpa didukung data yang memadai. Karena itu, menurut dia, penelitian ilmiah menjadi penting untuk memberikan pemahaman yang lebih objektif kepada publik.

"Makanya saya membuat penelitian ini supaya masyarakat percaya bahwa semua produk yang sudah melalui proses dan mendapatkan izin dari BPOM telah melalui evaluasi yang ketat," katanya.

Ia menambahkan bahwa laboratorium saat ini juga tengah melakukan berbagai pengujian untuk memperoleh data yang lebih komprehensif terkait keamanan produk. Menurut dia, hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan yang lebih kuat dibandingkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Irwan menyayangkan adanya berita hoaks yang mengaitkan kerusakan ginjal dengan kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi Menurutnya, faktor utama pemicu kerusakan ginjal tetap pada gaya hidup yang tidak sehat.

"Saya pernah dapat berita banyak mahasiswa atau orang yang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Banyak kan beritanya?" ujar Irwan.

Ia mendapati fakta bahwa pemicu kerusakan ginjal pada mereka bukanlah karena minuman berenergi, melainkan yang lain, misalnya minum alkohol berlebihan. 

“Orang kalau ginjalnya sudah enggak memenuhi syarat, makan daging juga enggak boleh, garam pun enggak boleh," tambahnya.

Adapun riset mendalam terhadap minuman berenergi yang dilakukan Sido Muncul di laboratorium farmakologi menemukan bahwa dalam dua minggu uji coba, tidak ada kematian pada tikus. Dalam waktu dekat, tikus akan dibedah untuk mengetahui kerusakan pada ginjal.

"Jadi (tikus) diminumin satu saset, 4,5 saset yang yang ketiga 12,44 saset, dua minggu tidak mati. Saat ini sudah jalan 12 hari untuk subkronis, tiga minggu subkronis. Nanti, kami lihat setelah satu bulan  dan bedah. Hasilnya dikirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mengecek apakah ada kerusakan pada  ginjalnya," jelas Irwan.

Irwan turut mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan informasi yang berasal dari lembaga resmi dan hasil penelitian ilmiah dibandingkan berbagai informasi yang beredar di media sosial.

"Minuman berenergi kami aman. Kalau tidak, tak mungkin dapat izin dari BPOM.  Uji laboratorium farmakologi kami buat agar masyarakat itu percaya," kata Irwan.

Dukungan BPOM

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengapresiasi langkah Sido Muncul memperkuat kapasitas penelitian melalui Laboratorium Farmakologi. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut sejalan dengan tugas BPOM dalam memastikan keamanan, mutu, dan efikasi produk yang beredar di masyarakat.

"Tugas BPOM adalah memberikan tiga jaminan, yaitu keamanan, mutu, dan efikasi. Ketiganya harus berbasis data dan bukti ilmiah," kata Taruna.

Ia menilai tidak banyak industri herbal yang memiliki fasilitas penelitian farmakologi sendiri. Karena itu, keberadaan laboratorium tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing produk herbal Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Taruna, setiap produk yang memperoleh izin edar telah melalui proses evaluasi yang ketat. Namun, keberadaan laboratorium penelitian akan semakin memperkuat dasar ilmiah yang mendukung pengembangan produk-produk tersebut.

Dorong hilirisasi riset herbal Indonesia

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menilai laboratorium farmakologi dapat menjadi jembatan antara kekayaan tradisi jamu Indonesia dengan pendekatan ilmiah modern.

Menurut dia, penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu mempercepat transformasi produk herbal dari sekadar berbasis pengalaman empiris menuju produk yang memiliki standar ilmiah yang lebih kuat.

"Laboratorium Farmakologi memegang peran penting untuk membuktikan keamanan, khasiat, dan dosis obat alam melalui penelitian berbasis saintifik," kata Zulfachmi.

Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih luas antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk mempercepat pengembangan obat bahan alam Indonesia.

Bagi Sido Muncul, kehadiran Laboratorium Farmakologi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat budaya riset di dalam perusahaan.

Melalui dukungan data dan pembuktian ilmiah yang lebih kuat, perusahaan berharap produk-produk unggulannya, termasuk Tolak Angin dan berbagai kategori produk lainnya, dapat terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat.

"Kami ingin hasil-hasil riset ini memperkuat kepercayaan publik terhadap produk asli Indonesia," kata Irwan lagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia

Tag:  #sido #muncul #resmikan #farmakologi #perkuat #pengembangan #herbal #berbasis #riset #bukti #ilmiah

KOMENTAR