Harga Pertamax Melonjak, Komisi XI DPR Prediksi Konsumsi Pertalite Meningkat
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax akan menggeser pola konsumsi BBM masyarakat.
Sebab, dengan kenaikan harga Pertamax sekitar Rp 3.950 per liter menjadi Rp 16.250 per liter akan mendorong sebagian konsumen beralih ke BBM dengan harga yang lebih murah, seperti Pertalite.
Adapun saat ini harga Pertalite dibanderol Rp 10.000 per liter atau masih belum mengalami kenaikan karena termasuk dalam BBM subsidi. Dengan kenaikan harga Pertamax, maka selisih harga dengan Pertalite semakin lebar.
Baca juga: Purbaya Sebut Naiknya Harga Pertamax Tak Berdampak ke Inflasi
"Pasti, orang kan begitu harga naik, orang akan mencari harga yang paling rendah," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, Misbakhun belum dapat memastikan seberapa besar pergeseran konsumsi BBM yang akan terjadi akibat kenaikan harga Pertamax sebesar 32,11 persen tersebut.
Pasalnya, pemerintah masih melakukan berbagai perhitungan untuk mengukur dampak perubahan pola konsumsi masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi itu.
"Untuk kalkulasinya itu kan belum kita lakukan exercise lebih dalam. Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat impact-nya seperti apa," ucapnya.
Baca juga: Harga Pertamax Akhirnya Naik, Pengamat: Indikasi Pemerintah Mulai Realistis...
Selain mengubah pola konsumsi masyarakat, Misbakhun menyebut, kenaikan harga BBM juga berpotensi mendorong inflasi.
Namun, hingga saat ini pemerintah masih menghitung besaran dampak inflasi yang ditimbulkan dari penyesuaian harga Pertamax.
"Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, nol koma sekian itu kita belum tahu," kata dia.
Dia menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji dampak perpindahan konsumsi BBM tersebut terhadap beban subsidi energi serta berbagai implikasi ekonomi lainnya sebelum menentukan langkah lanjutan yang diperlukan misalnya seperti pemberian insentif.
Baca juga: Harga Pertamax Akhirnya Naik, Cak Imin: Gejolak Ekonomi, Hadapi dengan Tenang
"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor. Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berhimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," tuturnya.
Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026).
Harga Pertamax naik Rp 3.950 per liter menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax Green naik Rp 4.100 per liter menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Naik
Kedua jenis BBM tersebut mengalami kenaikan setelah selama beberapa bulan terakhir harganya dipertahankan di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia.
Tag: #harga #pertamax #melonjak #komisi #prediksi #konsumsi #pertalite #meningkat