DEN: 86,9 Persen SPPG Program MBG Gandeng UMKM Lokal
Ilustrasi SPPG.(doc. Biro Hukum dan Humas)
05:42
10 Juni 2026

DEN: 86,9 Persen SPPG Program MBG Gandeng UMKM Lokal

- Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Survei tersebut menunjukkan bahwa 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bekerja sama dengan sedikitnya satu pemasok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota DEN, Septian Hario Seto, mengatakan, temuan tersebut menjadi salah satu indikator positif dari implementasi program MBG karena mampu melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok.

"Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini, paling tidak memiliki satu suplier kecil," ujar Seto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: DEN Ungkap Bocoran Skema Baru Pembatasan BBM Subsidi

Menurut Seto, setiap SPPG rata-rata menggandeng tiga UMKM sebagai pemasok bahan baku maupun kebutuhan operasional lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan usaha lokal.

DEN juga mencatat sekitar 65 persen UMKM pemasok berada di kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari program MBG dinilai lebih banyak dirasakan oleh pelaku usaha di daerah tempat program tersebut dijalankan.

"Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah suplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada," kata Seto.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, survei DEN menemukan hampir 99 persen tenaga kerja yang bekerja di SPPG berasal dari masyarakat sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa program MBG turut menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal.

Dari sisi kualitas layanan, DEN mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja UMKM pemasok mencapai lebih dari 70 persen. Meski demikian, Seto mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait akses permodalan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha.

"Jadi mereka bisa mempunyai modal kerja yang lebih bagus, akhirnya bisa melayani SPPG-nya lebih banyak, komoditasnya juga lebih beraneka ragam," ujarnya.

Seto menambahkan, penguatan rantai pasok lokal melalui program MBG menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen.

Hasil survei tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan evaluasi sekaligus masukan untuk pengembangan Program Makan Bergizi Gratis ke depan.

Baca juga: BGN: 8.182 SPPG MBG Pernah Disuspend, 2.213 Masih Dihentikan

Tag:  #persen #sppg #program #gandeng #umkm #lokal

KOMENTAR