Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains
Beberapa sample produk dari STIG POD ditampilkan pada acara ''Vape Fair'' di JCC, Jakarta, Sabtu (7/9). (Suara.com/Angga Budhiyanto)
08:30
9 Juni 2026

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Nikotin Disebut Berpotensi Tingkatkan Fokus, Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Kemampuan menjaga fokus dan stabilitas suasana hati menjadi modal penting dalam meningkatkan produktivitas di tengah tuntutan aktivitas yang semakin tinggi. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa nikotin berpotensi memberikan manfaat kognitif bagi perokok dewasa, termasuk membantu mempertahankan konsentrasi dan memperbaiki mood.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Harm Reduction Journal melalui studi yang melibatkan 40 perokok dewasa sehat. Para peserta diminta menghentikan konsumsi nikotin selama 12 jam sebelum mengikuti serangkaian pengujian yang membandingkan penggunaan rokok konvensional, rokok elektrik dengan berbagai kadar nikotin, serta kondisi tanpa penggunaan produk nikotin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang mengandung nikotin berpotensi meningkatkan kemampuan mempertahankan perhatian dan fokus dibandingkan kondisi tanpa konsumsi nikotin. Selain itu, penggunaan rokok elektrik bernikotin juga terbukti mampu menekan keinginan merokok secara signifikan.

Penulis utama penelitian, Harry J. Green, menilai temuan tersebut mengindikasikan bahwa rokok elektrik berpotensi menjadi alternatif bagi perokok dewasa yang ingin mengurangi konsumsi rokok konvensional.

"Ini menunjukkan bahwa rokok elektrik berpotensi menjadi alternatif yang dapat diterima bagi perokok dewasa yang apabila tidak memiliki pilihan produk lain kemungkinan akan tetap melanjutkan kebiasaan merokok," ujarnya.

Temuan tersebut dinilai membuka ruang diskusi baru mengenai peran nikotin dalam pendekatan pengurangan risiko (harm reduction) di sektor tembakau. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mengatakan masyarakat perlu memperoleh informasi yang lebih komprehensif dan berbasis bukti ilmiah terkait nikotin.

Menurut Paido, selama ini banyak masyarakat yang menyamakan nikotin dengan seluruh risiko kesehatan akibat merokok. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dampak kesehatan berasal dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, karbon monoksida, dan ribuan senyawa berbahaya lainnya.

Ia juga menyoroti penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang menyebut nikotin memang bersifat adiktif, namun asap hasil pembakaran rokok menjadi faktor utama penyebab berbagai penyakit serius pada perokok.

Meski demikian, Paido menegaskan hasil penelitian mengenai manfaat kognitif nikotin tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan bagi non-perokok atau kelompok usia muda untuk mulai menggunakan produk nikotin. Menurutnya, edukasi publik harus disampaikan secara seimbang dengan tetap menekankan bahwa nikotin merupakan zat adiktif yang penggunaannya hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa.

Di tengah berkembangnya industri produk tembakau alternatif, temuan ilmiah seperti ini dinilai dapat menjadi dasar bagi pembentukan kebijakan dan edukasi publik yang lebih berbasis sains, sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang mencari pilihan selain rokok konvensional.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #industri #alternatif #rokok #dorong #edukasi #berbasis #sains

KOMENTAR