Jalan Panjang Taufan Rahmadi, Pasarkan Koran hingga Jadi Pejabat Danantara
Taufan Rahmadi, Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management yang dulu pernah menjadi loper koran di Lombok. (Dok. Pribadi)
09:24
8 Juni 2026

Jalan Panjang Taufan Rahmadi, Pasarkan Koran hingga Jadi Pejabat Danantara

- Dua puluh tiga tahun lalu, Taufan Rahmadi berkeliling Pulau Lombok dengan sepeda motor menawarkan koran dari rumah ke rumah. Saat itu, ia hanya berusaha mencari pekerjaan setelah pulang kampung dan membantu keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Kini, pria kelahiran Mataram, 15 September 1974 itu menduduki posisi Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management, salah satu jabatan strategis di lingkungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia.

Perjalanan dari "loper koran" hingga menjadi pejabat di lembaga pengelola investasi negara itu tidak berlangsung singkat. Kariernya dibangun melalui proses panjang selama lebih dari dua dekade, dimulai dari pekerjaan sederhana yang mempertemukannya dengan banyak orang di Lombok pada 2003.

"Sekitar 23 tahun kalau dihitung dari saya mulai menjadi loper koran sampai sekarang," ujar Taufan kepada Kompas.com, dikutip Senin (8/6/2026).

Baca juga: Danantara: Setelah Ambil Dividen BUMN, Kini APBN (PMN)?

Taufan menghabiskan masa sekolahnya di Jawa. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 3 Yogyakarta dan kemudian menyelesaikan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Surabaya.

Namun, setelah menyelesaikan kuliah, ia diminta pulang ke Lombok karena kondisi keluarganya saat itu sedang mengalami kesulitan. Setibanya di kampung halaman, Taufan justru menghadapi kenyataan baru: mencari pekerjaan ternyata tidak mudah.

Ia sempat mencoba berbagai pekerjaan, termasuk menjadi pemandu wisata. Hingga akhirnya seorang senior yang baru merintis surat kabar Suara NTB mengajaknya membantu distribusi koran.

Tawaran itu diterimanya. Setiap pagi, Taufan mengendarai sepeda motor Suzuki Spirit-nya menyusuri berbagai wilayah di Lombok untuk mengantarkan sekaligus mencari pelanggan baru.

Persaingan saat itu tidak mudah. Suara NTB masih menjadi koran baru yang harus bersaing dengan media yang lebih dulu dikenal masyarakat.
Alih-alih menawarkan langganan secara langsung, Taufan memilih pendekatan yang berbeda.

Baca juga: Aturan Ekspor Baru Berlaku, Danantara Tegaskan Kontrak Lama Tetap Berjalan

Ia mendatangi calon pelanggan, duduk bersama mereka di berugak atau gazebo khas Lombok, menikmati kopi sambil berbincang mengenai isu-isu yang sedang berkembang.

Jika yang ditemuinya pelaku pariwisata, ia membahas perkembangan wisata. Jika seorang tokoh politik, pembicaraan mengarah ke isu politik. Setelah percakapan terjalin, barulah ia memperkenalkan koran yang dibawanya.

"Saya tidak langsung menjual koran, tapi membangun silaturahmi. Di Lombok itu ada budaya ngopi pagi, jadi dibuka dengan diskusi kecil terkait isu-isu yang ada di koran yang saya bawa, nah dari situ komunikasi berjalan," ucapnya.

Taufan Rahmadi, Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management sedang bersalaman dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Dok. Pribadi Taufan Rahmadi, Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management sedang bersalaman dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

Cara tersebut perlahan berhasil memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkenalkan dirinya kepada banyak kalangan di Lombok.

Di tengah kesibukan memasarkan koran, Taufan melihat peluang lain. Ia mulai sering diminta membantu berbagai kegiatan dan acara di Lombok.

Kesempatan itu kemudian mendorongnya mendirikan event organizer (EO) kecil-kecilan sekitar 2005.

Usahanya dimulai dari bawah. Acara yang ditanganinya bukan konser besar atau pameran nasional, melainkan kegiatan masyarakat seperti syukuran keberangkatan haji, dokumentasi acara duka, hingga berbagai pagelaran budaya.

Meski sederhana, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia event dan komunikasi.

Melalui EO itu pula, Taufan semakin banyak berinteraksi dengan pejabat daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga komunitas seni dan budaya.

"Di dunia event itu, salah satu keuntungannya adalah kita bisa berkomunikasi
dengan banyak orang tanpa dibatasi struktur formal, karena kita bicara kreativitas dan ide diskusi," kata dia.

Seiring waktu, EO yang dirintisnya mulai dipercaya menangani kegiatan yang lebih besar. Jaringannya juga berkembang setelah bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada 2007.

Dari organisasi tersebut, Taufan mulai membangun relasi hingga tingkat nasional. Kesempatan demi kesempatan pun berdatangan.

Ia dipercaya menjadi show director berbagai acara besar, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Bengkulu, SEA Games Jakarta-Palembang, hingga sejumlah event nasional dan internasional lainnya.

Ketika kariernya mulai berkembang di Jakarta, Taufan justru mendapat panggilan untuk kembali ke daerah asalnya.

Pada 2013, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat itu, TGH Muhammad Zainul Majdi, memintanya pulang untuk membantu pengembangan pariwisata daerah.

Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB.

Jabatan tersebut ternyata tidak datang bersama kenyamanan. Pada hari pertama menjabat, Taufan mengaku langsung menghadapi aksi penolakan dari sejumlah pihak yang meragukan kapasitasnya.

Rumahnya bahkan sempat beberapa kali diteror. Namun, ia memilih menjawab keraguan itu melalui kinerjanya.

Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah menggandeng Garuda Indonesia untuk mempromosikan pariwisata NTB melalui penerbangan maskapai tersebut. Pada 2014, ia juga menggagas "Catwalk In The Air: Lombok Sumbawa di Langit Indonesia", peragaan busana budaya NTB yang digelar di dalam pesawat.

Setahun kemudian, Lombok meraih penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Travel Awards di Abu Dhabi.

Pencapaian itu menjadi titik balik yang mengangkat nama Lombok di panggung pariwisata dunia.

Kesuksesan mempromosikan NTB mengantarkan Taufan ke tingkat yang lebih tinggi.

Pada 2016, ia ditunjuk menjadi staf Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengawal pengembangan 10 destinasi prioritas nasional, termasuk Mandalika.

Ia kemudian terus berkecimpung dalam berbagai program pengembangan pariwisata, menjadi penulis, hingga terlibat dalam penyusunan gagasan sektor pariwisata nasional.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Taufan bahkan pernah dipercaya menjadi juru bicara bidang pariwisata untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Usai Pilpres, Taufan kembali aktif memberikan masukan terkait pengembangan pariwisata nasional. Ia bahkan menerbitkan buku Protokol Destinasi pada masa pandemi Covid-19.

Pada Pilpres 2024, ia pun kembali terlibat dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka sebagai Dewan Pakar bidang pariwisata. Ia menyusun gagasan kebijakan pariwisata yang menjadi bagian dari program pasangan tersebut.

Sampai akhirnya pada 2026, Taufan mendapat kesempatan bergabung dengan Danantara.
Ia mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam beberapa tahap sebelum akhirnya dipercaya menjadi SVP Brand Management Danantara Asset Management.

Bagi Taufan, posisi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai sejak ia berkeliling Lombok menjajakan koran lebih dari dua dekade lalu.

"Tempatkan saya di tempat yang paling banyak tantangannya, yang paling banyak masalahnya," kata Taufan, saat mengingat jawaban yang ia sampaikan saat proses wawancara di Danantara.

Dari seorang pemuda yang pulang kampung karena kondisi keluarga, memasarkan koran, pengusaha event organizer, promotor pariwisata daerah, hingga kini menjadi pejabat Danantara, Taufan melihat seluruh perjalanan kariernya sebagai rangkaian proses yang tidak bisa dilewati secara instan.

Perjalanan itu dimulai dari jalan-jalan kecil di Lombok, lalu membawanya menuju salah satu lembaga yang kini menjadi tengah sorotan publik nasional.

"Saya hanya orang biasa, orang-orang kelas biasa saja, yang kebetulan Allah menganugerahkan saya kesempatan untuk berkarier di sini (Danantara)," ucap Taufan.

Tag:  #jalan #panjang #taufan #rahmadi #pasarkan #koran #hingga #jadi #pejabat #danantara

KOMENTAR