Harga Minyak Turun, Harapan Damai AS-Iran Menguat Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
08:52
5 Juni 2026

Harga Minyak Turun, Harapan Damai AS-Iran Menguat Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon

- Harga minyak dunia melemah pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat atau Jumat (5/6/2026) pagi WIB, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran menyusul gencatan senjata Israel-Lebanon.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 2,78 dollar AS atau 2,84 persen menjadi 95,03 dollar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,98 dollar AS atau 3,1 persen menjadi 93,04 dollar AS per barrel.

Israel dan Lebanon pada Rabu malam menyatakan telah sepakat menerapkan gencatan senjata. Kesepakatan tersebut memicu harapan bahwa perundingan antara AS dan Iran dapat kembali berlanjut.

Iran sebelumnya menjadikan penghentian konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon sebagai salah satu syarat penting dalam pembahasan dengan AS.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Lebanon dan Israel Gencatan Senjata

Mitra Again Capital, John Kilduff, mengatakan pasar saat ini lebih fokus pada peluang penyelesaian konflik dibandingkan risiko gangguan pasokan minyak.

Ia menilai perkembangan terbaru antara Israel dan Lebanon telah melemahkan sentimen yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak.

"Perkembangan terbaru antara Israel dan Lebanon telah menghilangkan dasar yang mendukung kenaikan harga minyak hari ini," ujar Kilduff.

Sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut sempat menguat sekitar 2 persen pada perdagangan Rabu setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan operasi militer AS di dekat Selat Hormuz.

Senior Vice President Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan harga minyak kini berbalik turun setelah muncul kabar perdamaian di kawasan tersebut, meski aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih sangat terbatas.

"Lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz tetap hampir terhenti, namun beberapa reposisi kapal menunjukkan mereka bergerak lebih dekat ke Teluk Persia, yang bisa menjadi tanda pembukaan yang diharapkan lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Kissler.

Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 2 Persen

Di sisi lain, faktor fundamental pasar masih memberikan dukungan terhadap harga minyak. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 8 juta barrel menjadi 433,7 juta barrel pada pekan yang berakhir 29 Mei 2026.

Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penyusutan sekitar 4 juta barrel.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan harga minyak masih berpotensi bergerak naik selama arus pasokan global belum sepenuhnya pulih.

"Menurut kami, arah harga yang paling mungkin tetap naik selama aliran pasokan masih mengalami pembatasan," katanya.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengungkapkan produksi minyak Rusia telah menurun sejak awal tahun akibat pemeliharaan kilang yang tidak direncanakan. Ini menjadi pertama kalinya pejabat Rusia secara terbuka mengakui penurunan produksi.

Tag:  #harga #minyak #turun #harapan #damai #iran #menguat #usai #gencatan #senjata #israel #lebanon

KOMENTAR