Rupiah Dekati Rp 18.000, Purbaya: Itu Ranah Bank Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
20:20
3 Juni 2026

Rupiah Dekati Rp 18.000, Purbaya: Itu Ranah Bank Indonesia

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan penanganan pelemahan nilai tukar rupiah kepada Bank Indonesia (BI) menyusul kurs rupiah yang terus tertekan hingga mendekati level Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah tercatat melemah 127,50 poin atau 0,71 persen ke level Rp 17.966 per dollar AS.

Purbaya mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih berada dalam kewenangan BI sebagai otoritas moneter.

Baca juga: Rupiah Nyaris Rp 18.000 Per Dollar AS Usai Terdepresiasi 127 Poin

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat.
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat.

Namun, pemerintah siap meningkatkan koordinasi apabila diperlukan.

"Pertama itu kan jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal aja," kata Purbaya di Kompleks Parlemen pada Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, KSSK akan segera menggelar rapat apabila diminta oleh bank sentral untuk merespons perkembangan nilai tukar.

"Kalau kita bisa melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kita akan lakukan. Tapi sekarang itu masih dalam jurisdiksi bank sentral kita. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat," ujar Purbaya

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.900 Per Dollar AS, Ini Langkah BI

Meski rupiah terus melemah dalam beberapa hari terakhir, Purbaya menilai tekanan terhadap mata uang Garuda lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional.

Ia menyinggung berbagai isu dan rumor yang beredar di pasar yang dinilai turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen pada Rabu (3/6/2026).KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen pada Rabu (3/6/2026).

Purbaya juga membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan simulasi atau stress test terhadap skenario pelemahan rupiah hingga di atas Rp 18.000 per dollar AS.

Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi dalam satu hingga dua hari terakhir berlangsung secara tiba-tiba dan dipengaruhi berbagai spekulasi yang berkembang di pasar.

Baca juga: Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Harga Barang dan Ekonomi?

Di sisi lain, Purbaya memastikan KSSK tetap melakukan koordinasi rutin untuk memantau perkembangan ekonomi dan sektor keuangan nasional.

Ia menjelaskan rapat tingkat deputi KSSK digelar setiap bulan guna membahas berbagai perkembangan ekonomi dan memberikan masukan kepada para pimpinan lembaga yang tergabung dalam komite tersebut.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa urusan stabilisasi nilai tukar merupakan ranah BI.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah saat ini fokus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Salah Satu Sebab IHSG Merosot Tajam Rabu (3/6) Siang

Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka panjang.

Tag:  #rupiah #dekati #18000 #purbaya #ranah #bank #indonesia

KOMENTAR