Trump Sebut Negosiasi Iran 'Membosankan', Harga Minyak Langsung Melonjak
- Harga minyak dunia melonjak hingga 5 persen pada perdagangan Senin (1/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak lagi peduli terhadap hasil negosiasi dengan Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi global.
Harga minyak mentah kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 5 persen dan ditutup pada 92,16 dollar AS (sekitar Rp 1,64 juta) per barrel. Sementara minyak mentah Brent naik lebih dari 4 persen dan ditutup pada 94,98 dollar AS (Rp 1,69 juta) per barrel.
Baca juga: Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Naiknya harga minyak dunia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tak peduli lagi hasil negosiasi damai dengan Iran.
"Saya benar-benar tidak peduli. Saya sama sekali tidak peduli," kata Trump dikutip dari CNBC, Senin.
Pemerintah Iran baru-baru ini mengancam menghentikan negosiasi karena serangan Israel ke Lebanon.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak
Segera, mereka menutup sepenuhnya Selat Hormuz bila serangan ke Lebanon tak dihentikan.
"Saya pikir mereka terlalu lama berlarut-larut. Terus terang, saya pikir mereka mulai sangat membosankan," jelasnya.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu setelah berbicara dengan Trump melalui sambungan telepon menjamin jika pasukannya tak akan maju lebih jauh menyerang Beirut.
"Saya pikir harga minyak akan turun drastis dalam waktu yang sangat dekat, Anda tahu, dalam waktu yang sangat dekat," kata Trump.
Baca juga: Harga Minyak Naik 2 Persen Usai Israel Perluas Serangan ke Lebanon
Ancam tutup Selat Hormuz
Sebelumnya, komando perang Iran al-Anbiya mengancam hendak menutup Selat Hormuz karena serangan Israel ke Lebanon.
Setaip kapal yang melintas harus mentaati aturan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
"Pelanggaran terhadap peraturan ini akan sangat membahayakan keamanan lalu lintas mereka,” bunyi pernyataan al-Anbiya dikutip dari Iran Internasional, Minggu (31/5/2026).
al-Anbiya juga memperingatkan bahwa setiap tindakan kapal militer untuk mengganggu pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu lalu lintas maritim akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Republik Islam.
Baca juga: Aturan Baru, Pemerintah Bisa Bekukan Ekspor Minyak Jika Kondisi Mendesak
Tag: #trump #sebut #negosiasi #iran #membosankan #harga #minyak #langsung #melonjak