Apa Itu Sleep Tourism? Tren Wisata Populer 2026 untuk Wisatawasan
Ilustrasi kamar hotel deluxe dengan king size bed dan memiliki balkon.(PIXABAY/ JanClaus)
17:42
2 Juni 2026

Apa Itu Sleep Tourism? Tren Wisata Populer 2026 untuk Wisatawasan

 Kini, sebagian orang berwisata hanya untuk merasakan sensasi menginap di hotel dan tidur seharian.

Konsep inilah yang diangkat dari Wisata Tidur atau Sleep Tourism. Sleep Tourism menjadi salah satu tren berwisata yang kian populer di tahun 2026.

Sebuah liburan yang menawarkan sensasi hotel beserta tenaga medis lengkap dengan resort nyaman demi istirahat berkualitas.

Dilansir Kompas.com dari Real Simple pada Selasa (2/6/2025) sejak pandemi, banyak orang yang lebih menyukai kegiatan di dalam rumah.

Mereka biasa mengalihkan fokus pada perawatan diri, dan menghabiskan waktu untuk tidur seharian.

Baca juga: Wisata Melihat Bintang Jadi Tren Global, Astrotourism Kian Digemari

Apa itu Sleep Tourism?

Wisata tidur atau sleep tourism merupakan cara baru dalam berwisata yang mana wisatawan memilih untuk mewujudkan impian mereka untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dengan cara apapun.

Alih-alih waktu berlibur digunakan untuk membuat jadwal padat dan berwisata ke berbagai daerah. Wisatawan kini fokus memesan penginapan yang nyaman dengan kamar kedap cahaya, perawatan spa hingga perawatan kesehatan yang memadai.

Bagi sejumlah wisatawan luar negeri seperti Amerika Serikat, tren sleep tourism ini semakin digemari karena data kualitas tidur warganya yang kurang baik.

Pada sebuah riset CDC, sekitar 36 persen warga Amerika memiliki kualitas tidur yang buruk sebab tingkat stres individu yang semakin meningkat.

Sehingga dengan berlibur menggunakan konsep sleep tourism ini, mereka berharap mendapatkan liburan yang santai untuk membantu mereka cepat pulih dari rasa stres.

Seorang pakar tidur dan mimpi Charlie Morley mengatakan pada National Geographic bahwa pergeseran ini mencerminkan bagaimana para wisatawan mulai memikirkan kesehatan mereka.

“Orang-orang telah lama memperhatikan diet dan kesehatan fisik melalui olahraga, selanjutnya mereka mulai memikirkan kualitas tidur yang baik”.

Baca juga: Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Potensi Sleep Tourism di tahun 2026

Melihat perkembangan tren wisata tidur yang semakin masif, pihak hotel mencoba untuk menawarkan berbagai fasilitas unggulan untuk wisatawan.

Mulai dari pilihan bantal berkualitas dari bulu angsa hingga membantu menciptakan lingkungan tidur yang nyaman untuk setiap individu.

Bahkan dalam sebuah laporan yang dikutip dari US Magazine pada Selasa (2/6/2026) bahwa sektor sleep tourism ini memiliki keuntungan mencapai 690 miliar dollar Amerika dan bisa semakin bertumbuh lagi sebesar 400 miliar dolar Amerika pada tahun 2028.

Jika digabungkan antara dana dan data, memungkinkan pada tahun 2026 menjadi tahun di mana tidur mulai dipertimbangkan wisatawan yang ingin melakukan perjalanan wisata.

Baca juga: Tren Liburan 2026 saat Ekonomi Dunia Tak Menentu, Wisata Apa yang Diminati?

Tips staycation dengan tidur yang nyaman

Tidak semua orang mampu terbang keliling dunia untuk mencari tempat tidur yang nyaman. Kamu tetap bisa memanfaatkan konsep dari tren ini untuk menciptakan perjalanan berwisata dengan kenyamanan tidur yang ideal.

Pertama, kamu bisa mempersiapkan hotel dengan budget yang sesuai. Pilih sprei, pastikan peredam suara dan tirai penutup cahaya tidak rusak serta bantal dan kasur yang berkualitas.

Selanjutnya, pilih liburan saat long weekend atau libur panjang agar kamu bisa mempersiapkan waktu dimana jadwal tidur dengan aktivitas liburan tidak berantakan dan lebih rileks.

Persiapkan jadwal berwisata sebaik mungkin. Catat setiap perjalanan agar terhindar dari aktivitas yang berlebihan dan membuat tubuh mudah lelah.

Tag:  #sleep #tourism #tren #wisata #populer #2026 #untuk #wisatawasan

KOMENTAR