KFC Indonesia (FAST) Catat Laba Rp 12,6 Miliar, Pendapatan Rp 1,4 Triliun
KFC.(Shutterstock)
08:40
26 Mei 2026

KFC Indonesia (FAST) Catat Laba Rp 12,6 Miliar, Pendapatan Rp 1,4 Triliun

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC di Indonesia, membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 12,66 miliar pada kuartal I 2026.

Kinerja operator KFC Indonesia ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 40,08 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026), laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,29 miliar.

Baca juga: KFC Indonesia (FAST) Rugi Rp 369 Miliar Meski Pendapatan Rp 4,88 Triliun

Salah satu gerai KFC.liverpoolecho.co.uk Salah satu gerai KFC.

Adapun pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi sebesar Rp 36,78 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut terjadi seiring kenaikan pendapatan dan membaiknya laba usaha perseroan pada awal tahun ini.

Pendapatan FAST tumbuh jadi Rp 1,42 triliun

FAST mencatat pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini naik dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun.

Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya Rp 485,50 miliar.

Baca juga: Indodax dan KFC Tawarkan Paket Hemat untuk Pengguna Kripto

Meski demikian, perseroan masih mampu mencatat laba bruto sebesar Rp 824,52 miliar, naik dari Rp 714,45 miliar pada kuartal I 2025.

FAST juga menekan sejumlah beban operasional. Beban penjualan dan distribusi tercatat Rp 654,85 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp 657,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 141,32 miliar dari sebelumnya Rp 167,08 miliar.

Ilustrasi gerai KFC.SHUTTERSTOCK/INPROGRESSIMAGING Ilustrasi gerai KFC.

Perseroan turut mencatat penurunan beban operasi lain menjadi Rp 10,13 miliar dari Rp 11,39 miliar pada kuartal I 2025.

Baca juga: Kolaborasi BYD dan KFC di China: Cas Mobil Listrik Sekaligus Makan, Cuma 9 Menit

Penghasilan operasi lain tercatat Rp 11,93 miliar, meski lebih rendah dibandingkan Rp 85,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan perkembangan tersebut, FAST membukukan laba usaha sebesar Rp 30,13 miliar. Pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp 35,96 miliar.

Beban keuangan masih tinggi

Dalam laporan keuangan tersebut, FAST mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp 510,43 juta. Namun, perseroan juga masih menanggung beban keuangan sebesar Rp 22,56 miliar.

Selain itu, bagian atas laba entitas asosiasi tercatat sebesar Rp 1,60 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 231 juta.

Baca juga: KFC dan Pizza Hut India Sepakat Merger di Tengah Tekanan Industri

Secara keseluruhan, FAST mencatat laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 9,58 miliar. Angka ini berbalik dibandingkan rugi sebelum pajak sebesar Rp 62,15 miliar pada kuartal I 2025.

Perseroan juga mencatat manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 3,07 miliar pada periode tersebut.

Adapun total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp 28,83 miliar, berbalik dari rugi komprehensif Rp 43,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kas dan aset FAST meningkat

Dari sisi neraca, total aset FAST tercatat sebesar Rp 5,19 triliun per 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 4,94 triliun.

Baca juga: Merger Rp 15,6 Triliun KFC dan Pizza Hut di India, Saham Pengendali Langsung Melonjak

Kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp 243,90 miliar dari sebelumnya Rp 147,22 miliar pada akhir 2025.

Total liabilitas perseroan tercatat Rp 4,72 triliun, naik dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 4,51 triliun. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp 464,69 miliar dari sebelumnya Rp 435,85 miliar.

Ilustrasi KFC.Wikimedia/Chongkian Ilustrasi KFC.

FAST masih mencatat akumulasi kerugian sebesar Rp 478,16 miliar per akhir Maret 2026. Namun, jumlah tersebut membaik dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp 507,62 miliar.

Arus kas operasi positif

Pada laporan arus kas, FAST mencatat kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 228,71 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 105,02 miliar.

Baca juga: KFC Tutup 20 Gerai dan PHK 1.041 Karyawan Sepanjang 2025

Penerimaan dari pelanggan tercatat sebesar Rp 1,44 triliun, naik dari Rp 1,22 triliun pada kuartal I 2025.

Di sisi lain, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp 249,31 miliar. Pengeluaran terbesar berasal dari penambahan aset tetap sebesar Rp 230,37 miliar.

Sementara itu, kas neto dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp 119,25 miliar. Perseroan memperoleh tambahan utang bank jangka panjang sebesar Rp 151,28 miliar dan penerimaan utang bank jangka pendek sebesar Rp 10 miliar.

FAST operasikan 686 gerai KFC Indonesia, berkurang 4 gerai

Dalam catatan laporan keuangan, FAST menyebutkan hingga 31 Maret 2026 perseroan mengoperasikan 686 gerai restoran. Jumlah tersebut turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebanyak 690 gerai restoran.

Baca juga: Derita KFC RI: Terus Merugi, Tutup 19 Gerai, PHK 400 Karyawan

Perseroan juga memiliki entitas anak PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) dengan kepemilikan efektif sebesar 55 persen.

JAI disebut masih dalam tahap pengembangan dan bertujuan membangun peternakan ayam terpadu untuk mendukung pertumbuhan serta menjaga stabilitas pasokan perusahaan.

Jumlah karyawan Grup per 31 Maret 2026 tercatat sebanyak 11.736 orang, meningkat dibandingkan akhir 2025 sebanyak 11.664 karyawan.

Tag:  #indonesia #fast #catat #laba #miliar #pendapatan #triliun

KOMENTAR