Harga Emas Dunia Turun Tertekan Penguatan Dollar dan Obligasi AS
Ilustrasi harga emas dunia. (PIXABAY)
09:32
20 Mei 2026

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Penguatan Dollar dan Obligasi AS

- Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026) waktu setempat atau Rabu (20/5/2026) pagi WIB.

Penurunan dipicu penguatan dollar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran inflasi global yang masih membayangi pasar.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi 4.503,98 dollar AS per ons.

Logam kuning ini bahkan sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026 pada awal sesi perdagangan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Tipis, Tertolong Pelemahan Dollar AS

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1 persen ke level 4.511,20 dollar AS per ons.

Analis Marex Edward Meir mengatakan kenaikan suku bunga riil di berbagai negara menjadi faktor utama yang menekan harga emas saat ini.

"Kami melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di dunia, dan hal itu benar-benar membebani harga emas. Dollar AS juga lebih kuat, dan itu menjadi sentimen negatif," ujar Meir.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Di saat yang sama, indeks dollar AS juga menguat karena pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS atau The Fed akan mengambil sikap lebih agresif untuk menahan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.

Kenaikan imbal hasil obligasi membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Sementara penguatan dollar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi minat terhadap emas.

Harga minyak mentah Brent yang masih tinggi akibat kekhawatiran pasokan energi global juga memperbesar risiko inflasi dunia.

Lonjakan harga bahan bakar dinilai memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama guna menekan tekanan harga.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, emas biasanya justru tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Pasar kini memperkirakan ruang penurunan suku bunga sepanjang 2026 semakin terbatas.

Ekspektasi investor bahkan mulai bergeser ke kemungkinan tidak ada perubahan suku bunga atau pengetatan lanjutan pada akhir tahun.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menilai prospek jangka pendek emas menjadi lebih menantang meski fundamental jangka panjangnya masih cukup kuat.

"Meskipun alasan investasi struktural untuk emas sebagian besar masih tetap kuat, perkembangan makroekonomi jangka pendek telah menciptakan kondisi yang lebih menantang bagi harga emas," tulis Hansen.

Ia menambahkan, permintaan bank sentral berpotensi kembali menjadi pendorong utama harga emas ketika tekanan harga energi mulai mereda.

"Begitu tekanan terkait energi mulai mereda, permintaan dari bank sentral kemungkinan kembali muncul sebagai pendorong utama pasar," lanjut dia.

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.

Adapun harga logam mulia lainnya turut melemah.

Harga perak spot turun 4,1 persen menjadi 74,53 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah dalam sekitar dua pekan.

Harga platinum turun 2,2 persen menjadi 1.936,10 dollar AS per ons, sedangkan palladium merosot 4,2 persen ke level 1.359,26 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 1 Persen, Pasar Khawatir Inflasi Kian Memanas

Tag:  #harga #emas #dunia #turun #tertekan #penguatan #dollar #obligasi

KOMENTAR