Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan terjadi mulai memberi tekanan terhadap industri logistik nasional. Namun di tengah situasi tersebut, jasa logistik SiCepat mengaku belum berencana menaikkan tarif pengiriman atau ongkos kirim kepada konsumen.
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan kenaikan biaya energi memang berdampak terhadap sektor logistik, terutama transportasi udara yang sangat bergantung pada avtur.
"Ada dampaknya. Terutama yang udara, sudah jelas ya, avtur naik, ada fuel surcharge kemarin muncul," kata Imam dalam program Executive Talk Suara.com, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, menurut dia, kenaikan tarif kepada konsumen bukan menjadi pilihan utama yang diambil perusahaan. SiCepat mengaku lebih mengutamakan langkah efisiensi dan inovasi operasional sebelum memutuskan menyesuaikan harga layanan.
"Nah, sebenarnya kalau kenaikan harga ke konsumen itu jalan terakhir yang kita tempuh," ujarnya.
Imam menjelaskan salah satu strategi yang dilakukan perusahaan yakni mengalihkan sebagian pengiriman dari moda udara ke jalur laut. Langkah tersebut ditempuh untuk menekan lonjakan biaya akibat kenaikan avtur.
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]"Ketika avtur naik, kita coba moda yang lainnya, sea freight. Lalu kemudian bagaimana sea freight ini lead time-nya bisa lebih cepat, frekuensinya bisa lebih sering sehingga customer experience-nya itu masih meet expectations," ucapnya.
Menurut dia, penggunaan kapal roro dan kontainer menjadi alternatif agar biaya logistik tetap lebih efisien tanpa harus langsung membebankan tambahan biaya kepada pelanggan.
Imam mengatakan meski waktu pengiriman melalui laut sedikit lebih panjang dibanding jalur udara, perusahaan berupaya menjaga ekspektasi pelanggan tetap terpenuhi.
"Kalau yang di laut, cost-nya bisa lebih efisien tapi lead time masih bisa kita jaga. Ekspektasi customer masih bisa kita akomodasi," katanya.
Dia mengungkapkan dampak kenaikan BBM juga berbeda di tiap moda transportasi. Untuk angkutan darat, pengaruhnya disebut belum terlalu signifikan karena sebagian armada roda dua masih menggunakan BBM bersubsidi.
"Tapi di land freight atau di darat mungkin hanya beberapa area di ujung atau pelosok wilayah yang mungkin sangat terbatas BBM bersubsidinya. Tapi di Jawa, di perkotaan itu masih aman sejauh ini," tutur Imam.
Karena itu, hingga saat ini SiCepat masih memilih menahan tarif pengiriman meski tekanan biaya operasional mulai meningkat.
"Sampai detik ini dari kami dari SiCepat, kita belum menaikkan harga," pungkasnya.
Tag: #harga #naik #sicepat #pilih #tahan #ongkir #ketimbang #bebani #konsumen