Rupiah Melemah, Zulhas: Pemerintah Akan Turun Tangan
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pemerintah bakal turun tangan menjaga harga pangan tetap stabil di tengah melemahnya rupiah.
Zulhas mengatakan, subsidi akan dikucurkan guna menjaga harga pangan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen. “Kalau harga itu melampaui HET, tentu pemerintah akan turun tangan memberikan subsidi,” kata Zulhas saat ditemui di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (13/5/2026).
Zulhas mengatakan, baik pemerintah pusat maupun daerah akan menanggulangi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pemerintah, kata Zulhas, memiliki anggaran yang digunakan untuk bencana atau situasi tidak terduga.
Adapun subsidi bisa dikucurkan untuk mengurangi beban ongkos distribusi maupun biaya produksi. “Kita harus bergerak cepat. Karena kalau lambat nanti ibu-ibunya (pedagang) sudah mogok, kan kita repot. Jadi harus cepat,” ujar Zulhas.
Baca juga: Cemas dan Pasrah Pedagang Kecil saat Rupiah Melemah
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota bergerak cepat mengantisipasi dampak pelemahan rupiah.
Pemerintah pusat, kata Zulhas, akan menggunakan sejumlah instrumen negara seperti Perum Bulog, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Perhubungan, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Tapi kan kewajiban daerah daerah, daerah juga. Bupati, kabupaten, wali kota,” ujarnya.
Adapun Zulhas datang ke Pasar Palmerah bersama Menteri Perdagangan Budi Susanto (Busan) untuk meninjau kondisi harga pangan.
Pihaknya menemukan, sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai keriting, hingga ayam dalam kondisi stabil.
Zulhas menyoroti harga telur yang anjlok senilai Rp 27.000 per kilogram di pasar, di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) Konsumen Rp 30.000 per kilogram.
Sementara, di tingkat kandang harga telur Rp 20.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Pokok Acuan Pembelian (HAP) Produsen Rp 26.500 per kilogram.
Di sisi lain, peternak juga dihadapkan pada harga pakan yang mahal sehingga mereka semakin tertekan.
Harga telur anjlok juga disebabkan karena jumlah produksi yang tidak seimbang dengan permintaan. “Biasanya kan mereka terima Rp 23.000, ini sekarang terimanya ada yang Rp 20.000. Berarti kan rugi,” kata Zulhas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menggunakan telur sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dua kali dalam sepekan.
Menurut Zulhas, dalam sehari MBG bisa menyerap 48 juta telur.
Penggunaan telur dalam menu dua kali sepekan dinilai efektif mendongkrak harga komoditas itu agar kembali sesuai HAP. “Suplai-nya banyak, demand-nya sedikit, kita minta BGN pakai telur dua hari, suplai-nya berlebih,” tutur Zulhas.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS merosot ke Rp 17.529 pada penutupan perdagangan di pasar spot, Selasa (12/5/2026) sore. Posisi ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah (all time low/ATL). Pelemahan rupiah diduga dipicu perang di Asia Barat (Timur Tengah) yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Negosiasi Amerika Serikat (AS) dinilai rapuh sehingga tensi geopolitik masih panas.
Baca juga: Rupiah Tembus 17.500, Purbaya Siap Intervensi Pasar Obligasi
Tag: #rupiah #melemah #zulhas #pemerintah #akan #turun #tangan