PELNI Perdana Angkut 55.000 Ton Batu Bara
- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) atau PT Pelayaran Nasional Indonesia perdana melakukan pengiriman batu bara dalam skala besar menggunakan kapal bulk carrier tipe Supramax dengan kapasitas muatan mencapai 55.000 MT.
Pengangkutan tersebut dilakukan melalui skema voyage charter menggunakan kapal MV Majestic Laksono. Pengiriman perdana itu berlangsung pada April 2026 dengan rute pelayaran dari Bontang menuju Surabaya.
Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI Kokok Susanto menyampaikan bahwa pemanfaatan kapal charter berukuran Supramax menjadi langkah strategis PELNI dalam memenuhi kebutuhan pasar terhadap layanan logistik komoditas curah dalam skala besar.
“Shipment perdana pengangkutan batubara dengan muatan 55.000 ton ini merupakan langkah strategis PELNI dalam mengakselerasi kinerja bisnis angkutan barang,” ujar Kokok dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2025).
“Kami terus mengembangkan kemampuan logistik untuk memberikan solusi pengangkutan yang andal, efisien, dan berdaya saing tinggi,” lanjut dia.
Baca juga: Tanpa Teknologi Carbon Capture, DME Batu Bara Dinilai Berisiko Tambah Emisi
Kokok menambahkan, keberhasilan pengangkutan menggunakan kapal Supramax merupakan bagian dari strategi building capacity PELNI dalam memperkuat kompetensi angkutan barang komersial, khususnya pengangkutan komoditas curah dalam jumlah besar.
Pengalaman ini sekaligus menjadi portofolio baru bagi lini usaha angkutan barang PELNI dalam memperluas cakupan layanan logistik maritim nasional.
“Kami optimis pengembangan segmen angkutan barang komersial, khususnya komoditas curah seperti batubara, akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kinerja perusahaan ke depan,” ujar dia.
“PELNI juga siap memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna mendukung kebutuhan logistik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia,” lanjut Kokok.
Selain itu, PELNI juga menerapkan strategi sharing capacity melalui kerja sama dengan pemilik kapal guna meningkatkan fleksibilitas operasional dan optimalisasi layanan pengangkutan barang.
“Kami optimis dapat menjadi mitra logistik terpercaya bagi industri energi nasional sekaligus berkontribusi dalam mendukung rantai pasok komoditas strategis di Indonesia,” tegasnya.
Baca juga: Dongkrak Penerimaan Negara, Purbaya Kaji Windfall Tax Nikel hingga Bea Keluar Batu Bara
Sebagai informasi, hingga April 2026, volume muatan barang komersial yang diangkut perusahaan mencapai 218,9 juta metric ton (MT), didominasi komoditas batu bara sebesar 95 persen dan pupuk curah sebesar 5 persen. Realisasi tersebut tumbuh 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
PELNI menjalankan bisnis komersial melalui layanan ship chartering dan broking, salah satunya dengan melayani angkutan batu bara untuk mendukung kebutuhan energi nasional, khususnya pasokan bagi pembangkit listrik milik PLN.
Dalam operasionalnya, PELNI mengerahkan kapal angkutan curah kering untuk mengangkut berbagai komoditas, mulai dari batu bara, copperslag, semen, hingga produk baja.
Pengembangan bisnis ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha perusahaan di luar layanan angkutan penumpang dan logistik reguler.
Melalui skema layanan Voyage Charter, Time Charter, hingga Contract of Affreightment, PELNI menargetkan pengangkutan komoditas curah dalam volume besar guna memenuhi kebutuhan distribusi industri dan energi nasional.
Perusahaan juga menyiapkan armada kapal curah, termasuk penggunaan tongkang, dengan kapasitas pengangkutan yang ditargetkan mencapai ratusan ribu ton setiap bulan.
Pengangkutan batu bara tersebut difokuskan untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN di berbagai daerah, seiring meningkatnya kebutuhan energi dan distribusi logistik nasional.