Mayoritas Penduduk RI Gen Z dan Milenial, Bonus Demografi Belum Berakhir
Ilustrasi penduduk Indonesia, populasi Indonesia. (PIXABAY/MUFID MAJNUN)
16:16
6 Mei 2026

Mayoritas Penduduk RI Gen Z dan Milenial, Bonus Demografi Belum Berakhir

Struktur demografi Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,67 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan yang cenderung melambat.

Di tengah perlambatan tersebut, komposisi penduduk justru didominasi oleh kelompok usia muda, terutama Gen Z dan milenial, yang menjadi tulang punggung populasi produktif nasional.

Baca juga: 100 Orang Penduduk Usia Produktif RI Menanggung 45 Orang Usia Nonproduktif

Ilustrasi penduduk Jakarta. Dok. UNSPLASH/Mufid Majnun Ilustrasi penduduk Jakarta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, perubahan ini mencerminkan dinamika demografi yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.

“Laju pertumbuhan penduduk yang melambat menunjukkan adanya perubahan pola demografi yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Amalia dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dominasi Gen Z dan milenial dalam struktur penduduk Indonesia

Komposisi penduduk Indonesia saat ini didominasi kelompok usia produktif.

Hasil SUPAS 2025 menunjukkan sekitar 68,94 persen penduduk berada pada rentang usia 15–64 tahun. Angka ini meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang sebesar 66,09 persen.

Baca juga: BPS: Jumlah Penduduk Indonesia 284,67 Juta, Mayoritas di Pulau Jawa

Jika dilihat lebih rinci berdasarkan generasi, Gen Z menjadi kelompok terbesar dengan porsi 24,93 persen, disusul generasi milenial sebesar 24,34 persen. Kedua generasi ini mencakup hampir separuh populasi Indonesia.

ilustrasi pendudukPhoto by DSD from pexels ilustrasi penduduk

Dominasi ini memperlihatkan bahwa struktur demografi Indonesia tengah berada dalam fase yang ditopang oleh generasi muda.

Selain Gen Z dan milenial, kelompok Post-Gen Z juga mulai memberi kontribusi terhadap struktur penduduk, sehingga secara keseluruhan generasi muda mendominasi populasi nasional.

Komposisi tersebut juga tercermin dalam penyusutan kelompok usia anak (0–14 tahun) yang turun dari 28,87 persen pada 2010 menjadi 23,44 persen pada 2025, sementara kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) meningkat dari 5,04 persen menjadi 7,62 persen.

Baca juga: Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia Ada di Pulau Jawa

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran struktur umur, dengan basis penduduk yang semakin terkonsentrasi pada usia produktif.

Bonus demografi masih berlangsung

Dominasi usia produktif ini menandai Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi. Dalam kondisi ini, jumlah penduduk usia kerja jauh lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.

Indikator yang menggambarkan kondisi tersebut adalah rasio ketergantungan. SUPAS 2025 mencatat rasio ketergantungan sebesar 45,05. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif.

Rasio ini masih berada di bawah 50, yang secara umum menunjukkan bahwa Indonesia masih menikmati bonus demografi. Dalam periode 2010–2020, rasio ketergantungan bahkan sempat menurun sebelum kembali meningkat pada 2025.

Baca juga: BPJS Kesehatan Sebut Peserta Program JKN Capai 98,62 Persen dari Penduduk RI

Namun demikian, Amalia mengingatkan adanya perubahan tren yang perlu dicermati.

“Kita perlu hati-hati sebab angka rasio ketergantungan mulai meningkat. Indonesia masih mengalami bonus demografi, namun kita sudah memasuki fase ageing population karena proporsi penduduk lansia sudah berada di atas 10 persen, tepatnya 11,97 persen,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti membahas soal polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Segmen PBI di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).KOMPAS.com/FIRDA JANATI Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti membahas soal polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Segmen PBI di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa bonus demografi yang sedang berlangsung tidak berlangsung selamanya, karena di saat yang sama Indonesia mulai memasuki fase penuaan penduduk.

Pertumbuhan penduduk melambat

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia menunjukkan tren perlambatan. Dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,08 persen per tahun, turun dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,10 persen.

Perlambatan ini juga terlihat dalam tren jangka panjang. Jumlah penduduk meningkat dari 237,64 juta jiwa pada 2010 menjadi 284,67 juta jiwa pada 2025, namun laju pertumbuhannya terus menurun.

Baca juga: BGN Klaim Penerima Manfaat MBG Lampaui Jumlah Penduduk Korea Selatan dan 2 Kali Australia

Penurunan laju pertumbuhan ini berkaitan dengan perubahan indikator demografi lainnya, termasuk penurunan angka kelahiran.

Tren fertilitas dan kesehatan

SUPAS 2025 mencatat angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,13, menurun dibandingkan 2,18 pada Long Form Sensus Penduduk 2020. Angka ini mendekati tingkat penggantian (replacement level) sebesar 2,10.

Penurunan fertilitas terutama terjadi pada kelompok perempuan usia muda, yakni 15–19 tahun dan 20–24 tahun.

Selain itu, indikator kesehatan juga menunjukkan perbaikan.

Baca juga: BPS: IKN Nusantara Punya Penduduk Berusia 108 Tahun, Lahir di Penghujung Perang Dunia I

Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) turun menjadi 14,12 kematian per 1.000 kelahiran hidup, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dan menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir.

Ilustrasi populasi duniaImage credit: Ryoji Iwata/Unsplash Ilustrasi populasi dunia

Perbaikan indikator kesehatan dan penurunan fertilitas ini berkontribusi terhadap perubahan struktur demografi secara keseluruhan.

Penuaan penduduk mulai terlihat

Di tengah dominasi generasi muda, Indonesia juga mulai menghadapi fenomena penuaan penduduk.

Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) pada 2025 mencapai 11,97 persen, meningkat dari 9,93 persen pada 2020 dan 7,59 persen pada 2010.

Baca juga: BPS: Penduduk IKN Nusantara Capai 147.430 Jiwa, Didominasi GenZ dan Milenial

Kondisi ini menandai bahwa Indonesia telah memasuki fase aging population, yaitu ketika proporsi lansia melebihi 10 persen dari total penduduk.

Peningkatan jumlah lansia juga membawa implikasi terhadap berbagai aspek, termasuk kebutuhan layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan ekonomi bagi kelompok usia lanjut.

Persebaran dan mobilitas penduduk

Dari sisi persebaran, mayoritas penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan porsi mencapai 55,65 persen dari total populasi.

Sementara itu, mobilitas penduduk menunjukkan peningkatan, baik secara domestik maupun internasional. Dalam konteks migrasi internal, sekitar 15 dari 1.000 penduduk usia 5 tahun ke atas tinggal di provinsi yang berbeda dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Baca juga: BPS: IKN Nusantara Punya Penduduk Berusia 108 Tahun, Lahir di Penghujung Perang Dunia I

DKI Jakarta tercatat memiliki karakteristik khusus dengan tingkat migrasi keluar yang tinggi, menunjukkan dinamika urbanisasi dan perpindahan penduduk antarwilayah.

Selain migrasi, fenomena komuter juga semakin meningkat, terutama di wilayah metropolitan, yang mencerminkan keterkaitan ekonomi antarwilayah.

Dinamika demografi dan tantangan ke depan

Perubahan struktur demografi Indonesia memperlihatkan dua tren yang berjalan bersamaan.

Di satu sisi, dominasi generasi muda menciptakan peluang melalui bonus demografi. Di sisi lain, peningkatan rasio ketergantungan dan bertambahnya jumlah lansia menunjukkan adanya tantangan demografi yang mulai muncul.

Baca juga: Bonus Demografi Harus Diimbangi Investasi SDM, Bukan Hanya Angka Populasi

Data SUPAS 2025 menunjukkan dinamika ini berlangsung dalam konteks perlambatan pertumbuhan penduduk, penurunan fertilitas, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut menggambarkan fase transisi demografi yang tengah dialami Indonesia, dengan komposisi penduduk yang masih didominasi usia produktif, tetapi secara bertahap mulai bergeser menuju struktur yang lebih menua.

Tag:  #mayoritas #penduduk #milenial #bonus #demografi #belum #berakhir

KOMENTAR