Rupiah Tembus Rp 17.400, BI Sebut Pelemahan Masih Sejalan dengan Mata Uang Emerging Market
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
13:08
5 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp 17.400, BI Sebut Pelemahan Masih Sejalan dengan Mata Uang Emerging Market

- Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah melemah 3,65 persen sejak awal ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea menyebut tekanan tidak hanya terjadi pada rupiah. Sejumlah mata uang negara berkembang ikut melemah seiring eskalasi konflik.

Peso Filipina melemah 6,58 persen. Baht Thailand turun 5,04 persen. Rupee India terkoreksi 4,32 persen. Peso Chile melemah 4,24 persen. Won Korea Selatan turun 2,29 persen.

"Pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," ujarnya kepada media, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Rupiah Jebol ke Rp 17.400 per Dollar AS, Harga Komoditas Naik, Daya Beli Masyarakat Tertekan?

Bank Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah. Intervensi dilakukan di pasar keuangan secara konsisten.

Instrumen yang digunakan meliputi transaksi Non-Deliverable Forward di pasar offshore. BI juga melakukan transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik. Pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder turut dilakukan.

Erwin menyebut seluruh instrumen akan dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tuturnya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.400, BI Optimalkan Intervensi di Pasar Valas

Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah pada pembukaan perdagangan. Rupiah turun 0,04 persen ke level Rp 17.400 per dollar AS. Posisi sebelumnya berada di Rp 17.394 per dollar AS.

Pergerakan mata uang Asia pada pagi hari bervariasi. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,21 persen. Ringgit Malaysia turun 0,18 persen. Baht Thailand melemah 0,1 persen. Dollar Hong Kong terkoreksi 0,03 persen.

Dollar Taiwan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sebesar 0,2 persen. Yen Jepang dan dollar Singapura menguat tipis 0,02 persen.

Tag:  #rupiah #tembus #17400 #sebut #pelemahan #masih #sejalan #dengan #mata #uang #emerging #market

KOMENTAR