Hypefast Bidik IPO di 2027, Target Ekspansi ke Pasar Global
Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, (Dokumentasi Hypefast)
18:12
29 April 2026

Hypefast Bidik IPO di 2027, Target Ekspansi ke Pasar Global

- Perusahaan house of brands berbasis teknologi, Hypefast, menargetkan dapat melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027.

Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menyebut pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar aksi go public bisa direalisasikan di tahun depan.

Salah satunya penguatan fundamental bisnis.

Meski IPO dalam perencanaan, Achmad mengungkapkan bahwa dana yang dihimpun di pasar modal bakal dimanfaatkan untuk memperluas ekosistem Hypefast, mencakup pengembangan jalur distribusi offline, kapabilitas manufaktur, serta ekspansi brand lokal ke pasar internasional, dimulai dari Asia Tenggara (ASEAN).

Baca juga: VinFast Andalkan IPO dan Taksi Listrik demi Laba 2027

CEO Hypefast, Achmad Alkatiri dalam pemaparannya di acara disuksi bertajuk ?Key Growth Driver for Local Brands in 2025? di Jakarta, Kamis (28/11/2024).Kompas.com - Anagatha Kilan Sashikirana CEO Hypefast, Achmad Alkatiri dalam pemaparannya di acara disuksi bertajuk ?Key Growth Driver for Local Brands in 2025? di Jakarta, Kamis (28/11/2024).

“Momentum di kuartal awal tahun ini menjadi fondasi penting bagi langkah kami ke depan. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat fundamental, dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh ekosistem,” ujar Achmad lewat keterangan pers, Rabu (29/4/2026).

Hypefast berdiri pada tahun 2020 sebagai pelopor dan house of brand berbasis teknologi di Indonesia.

Perusahaan membantu mengembangkan para pendiri brand lokal (local brand founders) rintisan di Indonesia melalui dukungan investasi, akses ke pakar industri dalam strategi ritel, pemasaran, pengembangan produk, operasional, dan manajemen supply chain.

Berkat dukungan tersebut, portofolio mereka mengalami peningkatan penjualan secara rerata 270 persen dalam 12 bulan pertama.

Baca juga: Pasar Modal RI di Mata 2 Pejabat: Purbaya Pede IHSG 28.000, Airlangga Sebut IPO Sepi

Pada 2022, Hypefast membukukan omzet penjualan sebesar Rp 1 triliun, meningkatkan sekitar 300 persen dari tahun 2021

CEO Hypefast Achmad Alkatiri DOKUMENTASI HYPEFAST CEO Hypefast Achmad Alkatiri

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Hingga pada kuartal I-2026, Hypefast membukukan pertumbuhan net income lebih dari 300 persen secara tahunan (YoY), serta net cash flow mendekati 250 persen.

Sebagai house of brands untuk brand lokal di Indonesia, Hypefast menaungi sembilan brand dari berbagai kategori seperti kecantikan, fashion, dan kebutuhan ibu dan anak, termasuk Luxcrime, Cessa, dan Bohopanna.

Sejumlah brand utama mencatatkan pertumbuhan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Baca juga: Sepi Peminat, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO

Cessa mencatat pertumbuhan net income sebesar 189 persen, sementara Luxcrime tumbuh 110 persen.

Kinerja positif itu dinilai menunjukkan konsistensi strategi Hypefast untuk mengembangkan brand dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi erat bersama para founder.

Di kategori fashion, Bohopanna mencatat revenue kuartalan tertinggi sepanjang sejarah brand. Sementara itu, Nyonya Piyama juga menunjukkan performa yang solid dengan pendapatan naik 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Achmad menyebut capaian tersebut sebagai refleksi dari kekuatan fundamental yang menopang pertumbuhan Hypefast.

Baca juga: Setahun IPO, Sinar Terang Mandiri (MINE) Bagi Dividen Rp 60,23 Miliar

“Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri. Angka-angka dalam laporan ini mencerminkan ketangguhan individu di baliknya: mulai dari tim kami, para founder brand, hingga loyal customer. Keyakinan yang sama inilah yang terus mendorong kami untuk melangkah maju,” katanya.

Di tengah kondisi global yang dinamis, Hypefast tetap melihat peluang pertumbuhan yang positif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.

“Kami melangkah ke sisa tahun ini dengan optimisme yang kuat, namun tetap dengan berhati-hati di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Apapun kondisi pasar ke depan, fundamental bisnis kami tetap kuat, dan kami berkomitmen untuk menjaganya,” tambahnya.

Tag:  #hypefast #bidik #2027 #target #ekspansi #pasar #global

KOMENTAR