Resmi, AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Perseteruan Memuncak?
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth(YOUTUBE/KEMENTERIAN PERTAHANAN AS)
08:24
2 Mei 2026

Resmi, AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Perseteruan Memuncak?

- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Jumat (1/5/2026) telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam waktu satu tahun ke depan.

Pengumuman itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini mengancam untuk menarik pasukan dari Jerman, di tengah perselisihan dengan Kanselir Friedrich Merz, terkait perang AS-Israel melawan Iran.

"Kami memperkirakan penarikan pasukan akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan," kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).

"Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan," tambahnya.

Baca juga: Trump Ngamuk Usai Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran

Perseteruan Trump vs Merz

Merz menjadi sasaran kemarahan Trump setelah mengatakan bahwa Iran "mempermalukan" Washington di meja perundingan.

"Merz berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!" jelas Trump.

Pada Rabu (29/4/2026), Trump menyatakan Washington sedang meninjau kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman.

Baca juga: Setelah Jerman, Trump Mau Tarik Pasukan AS dari Spanyol dan Italia

Selama kedua masa jabatannya, Trump telah beberapa kali mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman dan sekutu Eropa lainnya.

Ia ingin Eropa memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanannya sendiri daripada bergantung pada Washington.

Trump juga menyerang Merz, dengan menyuruhnya untuk fokus mengakhiri perang Ukraina daripada ikut campur dalam urusan Iran.

Baca juga: Bikin Trump Murka, Kanselir Jerman Sebut Hubungan Mereka Tetap Baik

Trump hukum sekutu yang ogah dukung AS

Presiden AS. Trump Akui Ingin Mengambil Minyak Iran, Akankah Bernasib Seperti Venezuela?AFP/JIM WATSON Presiden AS. Trump Akui Ingin Mengambil Minyak Iran, Akankah Bernasib Seperti Venezuela?

Namun, kini ia tampaknya bertekad untuk menghukum sekutu yang gagal mendukung perang melawan Iran atau berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian di Selat Hormuz.

Pada Kamis (30/4/2026), Trump membuka kemungkinan akan menarik pasukan AS dari Italia dan Spanyol karena penentangan mereka terhadap perang.

"Italia sama sekali tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk," ujarnya.

"Ya, mungkin, saya mungkin akan melakukannya. Mengapa tidak?" sambungnya.

Hingga 31 Desember 2025, terdapat 12.662 tentara AS yang bertugas aktif di Italia, 3.814 di Spanyol, dan 36.436 tentara di Jerman.

Saat berbicara dalam kunjungannya ke Maroko, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pada bahwa negaranya siap untuk pengurangan pasukan AS.

Baca juga: Tersinggung Disebut Dipermalukan Iran, Trump Bakal Kurangi Pasukan AS di Jerman

"Kami sedang membahasnya secara saksama dan dengan semangat saling percaya pada semua badan NATO," kata dia.

Meskipun mengaku santai dengan gagasan pengurangan jumlah pasukan AS di Jerman, Wadephul mengatakan bahwa pangkalan besar AS di Jerman sama sekali tidak perlu dibahas.

Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa Pangkalan Udara Ramstein memiliki fungsi yang tak tergantikan bagi AS.

Uni Eropa menyatakan, penempatan pasukan AS di Eropa adalah demi kepentingan Washington.

"Amerika Serikat adalah mitra penting dalam berkontribusi terhadap keamanan dan pertahanan Eropa," kata Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.

Tag:  #resmi #tarik #5000 #tentara #dari #jerman #perseteruan #memuncak

KOMENTAR