Bisnis AI Claude Makin Kencang, Ini Sebabnya
- Perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik Claude, Anthropic, dikabarkan menyalip OpenAI dalam hal valuasi di pasar sekunder (secondary market).
Nilainya bahkan disebut menembus 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 16.900 triliun. Angka tersebut muncul dari aktivitas perdagangan di salah satu platform pasar saham privat terbesar, Forge Global, tempat para investor "berebut tiket" untuk masuk ke perusahaan AI meski belum melantai di bursa.
CEO Forge Global, Kelly Rodriques, mengonfirmasi bahwa valuasi Anthropic di platform tersebut kini berada di kisaran 1 triliun dollar AS.
Sementara OpenAI diperdagangkan di sekitar 880 miliar dollar AS atau setara Rp 14.886 triliun di platform yang sama. Perlu dicatat, angka 1 triliun dollar AS untuk Anthropic ini bukan valuasi resmi seperti dalam putaran pendanaan.
Valuasi terakhir Anthropic secara formal dilaporkan berada di sekitar 380 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.428 triliun. Angka 1 triliun dollar AS ini pun belum tentu mencerminkan nilai sebenarnya jika perusahaan benar-benar melantai di bursa.
Sejumlah laporan menyebut valuasi perusahaan AI yang didirikan Dario Amodei dan Daniela Amodei saat IPO kemungkinan berada di kisaran 400 miliar hingga 500 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.766 triliun hingga Rp 8.458 triliun.
Artinya, angka triliunan dollar AS di pasar sekunder lebih mencerminkan euforia dan tingginya permintaan investor terhadap sektor AI saat ini, bukan nilai riil yang sudah pasti.
Baca juga: AI DeepSeek V4 Dirilis, Jadi Pintu Keluar China dari Ketergantungan pada Nvidia
Mengapa valuasi Anthropic bisa melonjak?
Sebelumnya perlu dipahami dulu definisi sederhana valuasi. Valuasi adalah istilah untuk perkiraan nilai sebuah perusahaan.
Angka ini biasanya ditentukan saat perusahaan mencari pendanaan dari investor, dan mencerminkan seberapa besar perusahaan tersebut dihargai berdasarkan bisnis, teknologi, dan potensi pertumbuhannya.
Alasan nilai Anthropic bisa ditaksir Rp 16.900 triliun adalah karena mekanisme pasar sekunder. Secondary market adalah tempat jual beli saham yang sudah dimiliki investor sebelumnya.
Berbeda dengan pasar saham biasa, transaksi di sini tidak terjadi di bursa publik, melainkan antara pemegang saham lama dan investor baru secara terbatas.
Alhasil, jumlah saham yang tersedia sangat terbatas dan tidak semua pemegang saham ingin menjual. Kondisi ini membuat harga saham perusahaan bisa melonjak tajam ketika permintaan tinggi.
Dengan kata lain, valuasi di pasar sekunder lebih mencerminkan "berapa mahal orang mau membeli", bukan nilai fundamental perusahaan secara keseluruhan.
Fenomena inilah yang saat ini terjadi dengan Anthropic yang ditaksir senilai 1 triliun dollar AS. Bahkan ada klaim bahwa sebuah growth fund besar siap membeli saham di valuasi 1,05 triliun dollar AS atau sekitar Rp 17.762 triliun.
Dalam sebuah unggahan LinkedIn, seorang investor disebut menawarkan properti seluas 14 hektar untuk ditukar dengan saham Anthropic, dengan valuasi lebih dari 800 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13.532 triliun, jauh di atas valuasi resmi perusahaan.
Situasi ini menunjukkan satu hal: permintaan terhadap saham perusahaan AI sedang sangat tinggi, bahkan cenderung spekulatif.
Minat investor terhadap Anthropic melonjak dalam beberapa bulan terakhir, terutama berkat pertumbuhan produk AI mereka seperti Claude serta peningkatan penggunaan di sektor enterprise.
Pendapatan perusahaan juga dilaporkan melonjak tajam dalam waktu singkat, yang tampaknya semakin memperkuat keyakinan investor bahwa Anthropic masih punya ruang tumbuh yang besar.
Di sisi lain, kondisi OpenAI di pasar sekunder terlihat lebih stabil. Valuasinya tidak jauh berbeda dari angka resmi terakhir, sehingga ruang spekulasi dinilai lebih kecil dibanding Anthropic, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Decrypt dan Tom's Hardware.
Baca juga: Saat AI Claude Bantu Matematikawan Menyelesaikan Soal Sulit…
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.