ASDP dan 14 BUMN Tanam Mangrove hingga Perluas Listrik di Raja Ampat
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama 14 badan usaha milik negara (BUMN) menjalankan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.(DOK. PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO))
18:28
27 April 2026

ASDP dan 14 BUMN Tanam Mangrove hingga Perluas Listrik di Raja Ampat

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama 14 badan usaha milik negara (BUMN) menjalankan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Program yang berlangsung pada 22 sampai 24 April 2026 itu difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun.

Program tersebut mencakup intervensi di bidang lingkungan, sosial, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Dukung Kelancaran Logistik, ASDP Operasikan Kembali KMP Mamberamo Foja

Ilustrasi turis di Raja Ampat.Dok. Kemenpar Ilustrasi turis di Raja Ampat.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, keterlibatan perseroan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Partisipasi ASDP dalam program TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).

Program ini melibatkan 15 BUMN, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Indonesia Financial Group (IFG), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), AirNav Indonesia, PT Taspen (Persero), Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Perum DAMRI.

Fokus rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan

Di Kampung Mutus, program diarahkan pada rehabilitasi ekosistem melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang, disertai edukasi pelestarian lingkungan kepada masyarakat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, ASDP Alihkan Rute KMP Mamberamo Foja ke Kosonaweja

Program tersebut juga mencakup pelatihan dan sertifikasi selam bagi kelompok konservasi, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain itu, akses listrik disediakan bagi 119 rumah dengan jangkauan sekitar 500 penerima manfaat.

Di bidang pendidikan, program mencakup renovasi fasilitas belajar dan penyediaan sarana pendidikan di SD YPK Effata Mutus dan SMPN 11 Raja Ampat.

Sementara di Kampung Manyaifun, program diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan layanan sosial melalui penyediaan listrik bagi 59 rumah dengan jangkauan 117 penerima manfaat.

Baca juga: ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka sampai Mei 2026

Kegiatan tersebut juga meliputi renovasi fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah.

Direktur TJSL BP BUMN Edi Eko Cahyono mengatakan, kolaborasi lintas BUMN menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan melalui pendekatan multiintervensi.

Bagian dari kelanjutan program TJSL

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, program ini melanjutkan berbagai inisiatif TJSL yang sebelumnya dijalankan perusahaan di sejumlah daerah.

Beberapa di antaranya penanaman 3.000 bibit mangrove di Bitung, transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo, pemberian beasiswa di Sumbawa, dukungan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga renovasi rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia Timur.

Menurut Windy, berbagai program tersebut juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, serta perlindungan ekosistem laut.

Baca juga: ASDP Berlakukan Layanan 24 Jam Hunimua–Waipirit Saat Paskah

“Melalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Windy.

Tag:  #asdp #bumn #tanam #mangrove #hingga #perluas #listrik #raja #ampat

KOMENTAR