Hasil Stress Test Positif, tapi Bank Tetap Waspadai Tekanan Ekonomi
Ilustrasi bank digital, layanan perbankan digital.(FREEPIK/PCH.VECTOR)
07:52
27 April 2026

Hasil Stress Test Positif, tapi Bank Tetap Waspadai Tekanan Ekonomi

— Regulator mendorong perbankan memperkuat mitigasi risiko di tengah gejolak ekonomi global dan domestik yang belum mereda.

Bank Indonesia (BI) menyampaikan hasil stress test perbankan masih positif. Ketahanan bank dinilai tetap kuat menghadapi tekanan ekonomi.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu bank yang telah melakukan *stress test*. Manajemen menyatakan kesiapan menghadapi potensi perlambatan ekonomi.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menyebut fundamental bisnis masih solid. Permodalan dan likuiditas dinilai kuat.

Baca juga: Stress Test Saat Harga Minyak Dunia Tembus 120 Dollar AS

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BCA tercatat sekitar 27% pada kuartal I-2026, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Namun, tekanan mulai terlihat dari sisi kualitas aset. Rasio loan at risk (LAR) naik menjadi 5,1% pada Maret 2026, dari 4,8% pada akhir 2025. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap rendah di kisaran 1,8%.

Hera menilai posisi LAR masih terjaga dengan pencadangan sebesar 69,7%. Pencadangan NPL juga tinggi, mencapai 174,6%.

"BCA juga terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan debitur yang diperkirakan bisnisnya terkena dampak, serta melakukan evaluasi sektor industri," jelasnya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Selat Hormuz Memanas: Lakukan Stress Test Terhadap Fundamental Ekonomi

Pertumbuhan kredit diproyeksi melambat

PT Bank CIMB Niaga Tbk juga telah melakukan stress test. Hasilnya menunjukkan ketahanan terhadap skenario ekonomi terburuk, meski pertumbuhan kredit diperkirakan terbatas.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut bank telah menyiapkan langkah mitigasi berbasis hasil stress test.

"Kami pastikan bahwa operasional kami bisa melakukan mitigasi untuk menghadapi shock seperti pada skenario stress test," ujarnya.

CIMB Niaga juga mengikuti arahan regulator untuk lebih berhati-hati dalam ekspansi kredit.

"Kami melihat secara realistik bahwa pertumbuhan kredit akan landai tahun ini secara umum dan bank juga diharapkan lebih prudent," ucapnya.

Sektor rentan mulai teridentifikasi

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai terdapat dua kelompok sektor kredit yang perlu diwaspadai.

Kelompok pertama mencakup sektor yang bergantung pada kondisi luar negeri, seperti industri yang membutuhkan bahan baku impor, termasuk plastik.

Kelompok kedua mencakup sektor yang terdampak efisiensi anggaran pemerintah, seperti perhotelan, akomodasi, dan transportasi.

Kondisi tersebut menjadi faktor yang terus dipantau perbankan dalam menjaga kualitas portofolio kredit di tengah ketidakpastian ekonomi.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Jalani Stress Test, Bank Siap Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Tag:  #hasil #stress #test #positif #tapi #bank #tetap #waspadai #tekanan #ekonomi

KOMENTAR