Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].
18:51
22 April 2026

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Dunia pasar modal kini mulai berubah dengan kecanggihan teknologi. Apalagi dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuat investasi di pasar modal semakin mudah.

Namun, investor di Indonesia masih belum canggih, karena belum beralih memanfaatkan AI dan real-time untuk aktivitas jual-beli saham. Padahal, di pasar maju seperti Amerika Serikat, penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.

Sebaliknya, keterbatasan akses terhadap data real-time di dalam negeri berpotensi membuat keputusan investasi menjadi kurang relevan dengan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

Atas kekurangan itu, Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT berinovasi menghadirkan aplikasi saham berbasis AI real-time dan live indicators.

Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].Ilustrasi perdagangan saham . [Unsplash].

"Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail," ujar Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui berbagai fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik.

Data yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk angka kini diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami.

Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan pasar menjadi lebih jelas. Investor pun dapat membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bergantung pada asumsi atau spekulasi.

Pendekatan ini dinilai mampu mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini atau rumor, kini keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi pasar yang sedang berlangsung secara real-time.

Dari sisi infrastruktur, IPOT juga diklaim dibangun dengan arsitektur real-time berlatensi rendah dan kemampuan pemrosesan data tinggi.

Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun serta investasi teknologi besar, platform ini dirancang untuk mengikuti kompleksitas pasar modern.

Selain itu, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan serta mencegah akses ilegal.

Tak hanya itu, ekosistem IPOT juga dilengkapi dengan IPOT Views, yakni riset berbasis data yang membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif dan mengurangi ketergantungan pada narasi spekulatif.

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, penggunaan teknologi AI real-time dinilai menjadi faktor pembeda utama. Investor yang memiliki akses terhadap data cepat dan sistem analisis canggih disebut berada dalam posisi lebih unggul dibandingkan mereka yang masih mengandalkan sistem lama.

Sebagai bagian dari transformasi ini, IPOT membuka akses penggunaan aplikasinya secara gratis, termasuk bagi investor yang sebelumnya menggunakan sekuritas lain.

Perubahan ini sekaligus menandai babak baru dalam industri trading saham di Indonesia. Di era di mana pasar bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama dalam meraih peluang.

"Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya," pungkas Sergio.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #investor #masih #tertinggal #dunia #sudah #pakai #untuk #trading #saham

KOMENTAR