Dubes India Telepon Amran, Mau Beli 500.000 Ton Pupuk Urea RI
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengaku ditelepon langsung Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty.
Amran mengatakan, mewakili pemerintah India, Sandeep menyatakan hendak mengimpor 500.000 ton pupuk urea dari PT Pupuk Indonesia (Persero).
“Pupuk ini yang meminta langsung Dubes India, menelepon lima hari yang lalu kalau tidak salah meminta 500.000 ton pupuk urea,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Selain India, pemerintah Indonesia juga dihubungi pemerintah Australia, Brazil, dan Filipina. Keempat negara tersebut berminat membeli urea dari Indonesia.
Sekitar 30 persen pasokan urea di pasar global diketahui berasal dari negara-negara-negara Teluk.
Baca juga: Urea Berbasis Batu Bara Jadi Senjata China Hadapi Gejolak Pupuk
Pasokan terganggu imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi.
Meski demikian, Amran mengaku pemerintah belum memutuskan berapa volume urea yang akan diekspor ke negara-negara sahabat tersebut.
“Australia sudah putus 250.000 ton tahap pertama,” kata Amran.
Di tengah gejolak geopolitik yang membuat beberapa negara menghadapi krisis pasokan pupuk urea, Indonesia justru surplus. Urea terbuat dari gas alam yang bahan bakunya dipenuhi dari dalam negeri.
Menurut Amran, dalam setahun PT Pupuk Indonesia melalui anak-anak perusahaannya bisa memproduksi 7,8 juta ton urea.
Sementara, kebutuhan konsumsi urea dalam negeri sekitar 6 juta ton.
“Nah kita kemungkinannya kita lepas 1 juta ton. Nanti kita lihat mana yang terbaik untuk bangsa,” kata dia.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pambudi, menyebut pihaknya siap mengekspor 1,5 hingga 2 juta ton.
Menurutnya, permintaan ekspor pupuk meningkat karena sejumlah negara sedang memasuki musim tanam.
Amerika Serikat misalnya, sedang musim tanam jagung sedangkan Australia memasuki musim tanam gandum.
Sementara itu, pasokan urea di pasar dunia terganggu imbas perang.
“Jadi ini memang kebutuhan dunia lagi tinggi. Alhamdulillah mudah-mudahan mohon doanya Indonesia, Pupuk Indonesia bisa berkontribusi menyelamatkan pangan dunia,” kata Rahmad di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026)
Tag: #dubes #india #telepon #amran #beli #500000 #pupuk #urea