Pasar Ragukan Perundingan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Naik Jadi 99,39 Dollar AS Per Barrel
Ilustrasi harga minyak dunia.(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
08:08
17 April 2026

Pasar Ragukan Perundingan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Naik Jadi 99,39 Dollar AS Per Barrel

- Harga minyak dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat atau Jumat (17/4/2026) pagi WIB, didorong keraguan pasar bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mampu segera mengatasi gangguan pasokan energi global.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent melonjak 4,46 dollar AS atau 4,7 persen menjadi 99,39 dollar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,40 dollar AS atau 3,7 persen ke level 94,69 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga terjadi di tengah konflik antara AS dan Israel, terhadap Iran yang telah memicu gangguan terbesar pada pasokan minyak dan gas global, terutama akibat terhambatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan yang berlangsung setiap hari telah membuat pasokan global semakin tertekan.

"Kami tetap skeptis bahwa perang ini bisa segera diselesaikan. Setiap ada kabar positif, selalu muncul kabar yang berlawanan," ujar Analis pasar minyak PVM, John Evans.

Baca juga: Harga Emas Dunia Stabil, Pelaku Pasar Cermati Isu Perdamaian AS-Iran

Sumber dari Iran menyebutkan bahwa negosiator AS dan Iran kini menurunkan ekspektasi untuk mencapai kesepakatan damai komprehensif. Sebagai gantinya, kedua pihak mempertimbangkan kesepakatan sementara guna mencegah konflik kembali memanas.

Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan bahwa negaranya hampir mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun pernyataan tersebut tidak banyak memengaruhi pergerakan harga minyak.

Pasar juga tidak bereaksi signifikan terhadap pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon dalam konflik terkait lainnya.

Gangguan pasokan ini mulai menekan cadangan minyak global, terutama untuk bahan bakar pesawat di sejumlah wilayah Asia dan Afrika.

Analis dari ING memperkirakan sekitar 13 juta barrel per hari aliran minyak terganggu akibat penutupan Selat Hormuz.

Baca juga: BBM Ditahan Meski Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Siapkan Tambahan Subsidi

Dari sisi pasokan AS, data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah turun 913.000 barrel pada pekan lalu, berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 154.000 barrel.

Stok bensin dan produk distilat AS juga mengalami penurunan seiring meningkatnya ekspor, karena banyak negara mencari alternatif pasokan di luar Timur Tengah.

"Saat ini memang tidak ada serangan bom, tetapi jumlah kapal yang bisa melintas di Selat tidak lebih baik dibanding saat sebelum blokade AS. Hal ini terus menguras cadangan global yang mulai terlihat di AS pekan ini," kata Analis TP ICAP, Scott Shelton.

Kini peluang dilanjutkannya perundingan damai masih terbuka, dengan pejabat AS dan Iran mempertimbangkan kembali bertemu di Pakistan dalam waktu dekat.

Sumber yang mengetahui pembicaraan di Teheran menyebut Iran dapat mempertimbangkan membuka jalur pelayaran di sisi Oman dari Selat Hormuz jika tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik kembali terjadi setelah gencatan senjata dua pekan.

Namun, dengan adanya blokade AS terhadap pelabuhan Iran setelah gagalnya perundingan sebelumnya, gangguan pasokan berpotensi semakin meningkat, meskipun beberapa kapal tanker yang mendapat pengecualian sanksi masih dapat melintas.

Di sisi kebijakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang keringanan sanksi terhadap sebagian ekspor minyak Iran dan Rusia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih diupayakan, pasar minyak global tetap dibayangi risiko gangguan pasokan yang tinggi, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Tag:  #pasar #ragukan #perundingan #iran #harga #minyak #dunia #naik #jadi #9939 #dollar #barrel

KOMENTAR