3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara/Asprilla Dwi Adha]
07:33
17 April 2026

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional Indonesia tetap terjaga kuat meski dihadapkan pada tingginya ketidakpastian global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, memaparkan tiga faktor kunci yang menjadi penopang stabilitas ekonomi Indonesia.

Ketiga faktor tersebut meliputi kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional.

“Pertama adalah konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel,” ujar Gubernur BI dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Faktor kedua adalah kemampuan otoritas untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring dengan perubahan dinamika global yang cepat.

Sementara faktor ketiga adalah pentingnya penguatan kerja sama internasional, terutama dengan mitra strategis seperti Amerika Serikat dan lembaga multilateral lainnya.

Bank IndonesiaBank Indonesia

Dalam agenda tersebut, Gubernur BI bersama Menteri Keuangan RI turut melakukan pertemuan intensif dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce.

Interaksi langsung ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan sektor swasta, khususnya perusahaan asal AS yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia menegaskan bahwa kinerja ekonominya tetap berdaya tahan (resilient) di tengah berbagai krisis. Hal ini menjadi sinyal positif bagi para investor untuk terus menanamkan modal dan memperluas ekspansi bisnis di tanah air.

Selain pertemuan bisnis, Gubernur BI juga melakukan diskusi mendalam dengan First Deputy Managing Director (FDMD) IMF, Dan Katz.

Fokus pembicaraan keduanya tertuju pada perkembangan geopolitik dan risiko ketidakpastian global yang masih membayangi.

IMF menyoroti bahwa risiko global saat ini tidak hanya bersumber dari fluktuasi harga minyak mentah, tetapi juga potensi dampak rambatan melalui gangguan rantai pasok global.

Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia menekankan pentingnya kalibrasi kebijakan yang bersifat antisipatif.

“Kalibrasi kebijakan kini tidak hanya berfokus pada indikator yang sudah terlihat di permukaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengantisipasi risiko-risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi,” imbuhnya

Sebagai langkah lanjutan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan meningkatkan komunikasi dengan investor global.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #jurus #ampuh #jaga #ekonomi #indonesia #tetap #tangguh #meski #dunia #bergejolak

KOMENTAR