Lonjakan Minat Kripto di Kalangan Anak Muda Dorong Pentingnya Literasi
Ilustrasi aset kripto, kripto. (PIXABAY/PHOTOSPIRIT)
09:40
11 April 2026

Lonjakan Minat Kripto di Kalangan Anak Muda Dorong Pentingnya Literasi

Bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) menegaskan pentingnya edukasi terkait aset keuangan digital, khususnya aset kripto, bagi generasi muda Indonesia.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2025, mayoritas pemilik aset keuangan digital berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda menjadi salah satu pendorong utama adopsi ekosistem keuangan digital nasional ke depan.

Baca juga: Transaksi Kripto Turun Awal 2026, Peluang Akumulasi Investor Mulai Terbuka

Ilustrasi aset kripto. PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto.

Dalam konteks tersebut, literasi dinilai menjadi faktor penting agar pertumbuhan industri dapat berlangsung secara berkelanjutan, sekaligus tetap mengedepankan aspek keamanan dan perlindungan konsumen.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menekankan bahwa literasi menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan pesat industri ini.

“Tugas utama kita semua di sini sebagai regulator, pelaku usaha dan akademisi bukan hanya soal mempercepat laju adopsi, tetapi memastikan bahwa konsumen tidak hanya ‘ikut tren’ atau terbawa FOMO, serta memperoleh perlindungan yang memadai. Kita tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni, di mana masyarakat hanya tergiur narasi ‘cepat kaya’ tanpa memahami risiko yang menyertainya,” ujar Adi dalam siaran pers, Sabtu (11/4/2026).

Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani mengatakan, edukasi merupakan elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara potensi dan risiko di industri aset keuangan digital.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 21,07 Juta, Industri Masih Menarik Meski Pasar Lesu

CFX menyelenggarakan CFX Connect sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi terkait aset kripto ke mahasiswa, untuk mengawal pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.

Menurut Subani, di balik potensi yang besar, industri aset keuangan digital seperti aset kripto juga menghadapi sejumlah dinamika yang perlu dikelola dengan bijak.

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

"Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan konsumen aset kripto,” kata Subani.

Menurut dia, literasi diperlukan untuk memastikan partisipasi masyarakat di pasar kripto didasarkan pada pemahaman fundamental, bukan sekadar dorongan tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Baca juga: Aset Kripto Terseret ke Zona Merah, Bitcoin Ambruk 4 Persen

Dukungan terhadap penguatan literasi juga datang dari kalangan akademisi. Manajer Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Anna Amalyah Agus menyatakan pihaknya berkomitmen mendampingi mahasiswa dalam memahami aset keuangan digital secara tepat.

“Kami sangat mendukung dan berkomitmen untuk mendampingi mahasiswa dalam proses pembelajaran yang benar dan terarah. Kami juga terbuka untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan regulator seperti OJK maupun Self-Regulatory Organization (SRO), agar pengembangan ini tetap berada dalam koridor yang tepat, terawasi, dan berkelanjutan,” ujar Anna.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan pusat investasi berbasis kripto di Universitas Indonesia, khususnya di FEB UI.

“Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal dalam menghadirkan Pusat Sentral Investasi berbasis kripto di Universitas Indonesia, khususnya di FEB UI sebagai sebuah hub inovasi yang tidak hanya mendorong literasi, tetapi juga eksperimentasi dan implementasi nyata dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia,” kata dia.

Baca juga: Atur Ulang Strategi Investasi Aset Kripto, Portofolio Tak Boleh Lebih dari 5 Persen?

Dalam kesempatan yang sama, CFX juga menggelar kompetisi CFX Lab sebagai bagian dari rangkaian edukasi. Kompetisi ini melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia yang berperan sebagai tim analis strategi pasar keuangan digital.

Peserta diminta menyusun kajian strategis bagi manajemen Bursa Kripto CFX sebagai bursa aset keuangan digital yang telah teregulasi di Indonesia.

Satu kelompok pemenang terpilih akan mendapatkan penghargaan berupa hadiah dalam bentuk USDT serta kesempatan mengikuti program magang di ekosistem Bursa Kripto CFX.

Ilustrasi aset kripto. SHUTTERSTOCK/CHINNAPONG Ilustrasi aset kripto.

“Hadirnya CFX Connect dan CFX Lab menandai langkah baru dalam perjalanan literasi keuangan digital di level nasional. Bursa Kripto CFX percaya bahwa kolaborasi yang terjalin hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi masa depan aset keuangan digital Indonesia yang berkualitas dan berintegritas,” tutur Subani.

Baca juga: Investor Kripto Hampir Salip Pasar Modal, OJK: Bursa Kripto The Future of Capital Market

Sebagai informasi, CFX menghadirkan CFX Connect sebagai wadah literasi strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan generasi muda.

Program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya ekosistem aset keuangan digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.

Tag:  #lonjakan #minat #kripto #kalangan #anak #muda #dorong #pentingnya #literasi

KOMENTAR