Pinjol Picu Kenaikan NPL KPR, BTN Siapkan Skema Bundling
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).(KOMPAS.COM/TEUKU MUHAMMAD VALDY ARIEF)
06:01
10 April 2026

Pinjol Picu Kenaikan NPL KPR, BTN Siapkan Skema Bundling

- Kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor perumahan mulai mendapat sorotan.

Salah satu pemicu berasal dari penggunaan pinjaman online setelah nasabah mengambil kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu menjelaskan banyak nasabah tidak menghitung kebutuhan lanjutan setelah membeli rumah. Kebutuhan mengisi rumah mendorong mereka mencari pinjaman tambahan di luar perbankan.

“(Setelah) dapat kunci (rumah KPR), terus dia harus isi rumah malah datang ke pinjol yang bunganya mencekik,” kata Nixon dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Kisah Pejuang KPR, Bekal Gaji UMR Ajukan Kredit Rumah BTN hingga Bisa Lunasi 14 Tahun Lebih Cepat

Pinjaman berbunga tinggi menambah beban cicilan rumah tangga. Tekanan ini berdampak pada kemampuan bayar dan meningkatkan risiko kredit bermasalah.

Data Bank Indonesia menunjukkan tren tersebut. Rasio NPL naik dari 2,88 persen menjadi 3,19 persen secara tahunan. Pertumbuhan kredit juga melambat dari 10,24 persen menjadi 5,26 persen per Februari.

BTN menilai kondisi ini sejalan dengan temuan di lapangan. Meski begitu, rasio NPL KPR di internal BTN mulai membaik pada Maret 2026.

“NPL itu Maret turun dibanding posisi Februari dan Januari. Sudah di bawah tiga. Jadi sudah balik lagi ke 2,8 persen sampai 2,9 persen,” ujarnya.

BTN melihat tekanan terhadap kualitas kredit tidak hanya dipicu faktor makro. Perilaku pembiayaan nasabah ikut berpengaruh, terutama penggunaan pinjaman konsumtif di luar sistem perbankan.

BTN lalu menyiapkan strategi bundling produk kredit. Skema ini menggabungkan KPR dengan kredit tambahan dalam satu akad agar kebutuhan nasabah terpenuhi sejak awal.

“Kita akan launching, begitu ngasih KPR, di saat yang sama kita akan kasih Kredit Ringan. Yang satu buat beli rumahnya, yang satu buat isi rumahnya,” kata Nixon.

Baca juga: OJK Blokir Ratusan Situs Pinjol Ilegal per Maret 2026 karena Berpotensi Rugikan Masyarakat

BTN menilai pendekatan ini lebih aman dibanding pinjaman online. Bunga lebih rendah dan analisis kredit dilakukan dalam satu proses sesuai kemampuan bayar.

“Hitungan kita NPL rasio akan membaik. Processing cost lebih murah karena satu orang bisa dua produk dalam satu kali akad,” ujar Nixon.

BTN mencatat profil nasabah KPR didominasi kelompok milenial dengan porsi sekitar 80 persen setiap tahun. Kelompok ini memiliki kebutuhan konsumsi tinggi pada awal kepemilikan rumah sehingga lebih rentan mencari pinjaman tambahan.

Skema bundling diharapkan menekan ketergantungan pada pinjaman online sekaligus menjaga kualitas kredit di tengah perlambatan pertumbuhan KPR.

Tag:  #pinjol #picu #kenaikan #siapkan #skema #bundling

KOMENTAR