Bos Besar SMRA Diam-Diam Borong Saham, Kepemilikan Tembus 36 Persen
Ilustrasi pasar saham.(PIXABAY/PETE LINFORTH)
14:32
9 April 2026

Bos Besar SMRA Diam-Diam Borong Saham, Kepemilikan Tembus 36 Persen

- Aksi akumulasi besar-besaran dilakukan oleh pemegang saham utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Semarop Agung, yang tercatat menambah kepemilikan sahamnya hingga menembus 36 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/4/2026), Semarop Agung meningkatkan kepemilikan sahamnya di SMRA dari sebelumnya 5,91 miliar saham atau setara 35,83 persen, menjadi 5,94 miliar saham atau 36 persen.

Penambahan ini dilakukan melalui serangkaian transaksi pembelian di pasar reguler sejak awal Maret hingga awal April 2026, dengan harga yang bervariasi di kisaran Rp 324 hingga Rp 369 per saham.

Jika ditelusuri, aksi beli dilakukan secara konsisten hampir setiap hari perdagangan. Pada awal Maret, pembelian dilakukan di harga relatif tinggi di Rp 360–Rp 369. Lalu, akumulasi tetap berlanjut di level yang lebih rendah, bahkan di angka Rp 324 per saham pada awal April.

Baca juga: Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Rp 980 Miliar, Investor Kebagian Rp 12 Per Saham

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa status pengendalian tetap dipertahankan. Artinya, aksi akumulasi tidak mengubah struktur kendali, namun memperkuat posisi pemegang saham utama di emiten tersebut.

Saham SMRA tercatat bergerak terbatas dan cenderung melemah pada perdagangan sesi kedua, Kamis (9/4/2026). Hingga sesi berjalan, saham SMRA turun 1,19 persen ke level Rp 332 per saham.

Pada awal perdagangan, SMRA sempat bergerak di Rp 334 dan bahkan menyentuh posisi tertinggi di Rp 336. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke Rp 332.

Secara intraday menunjukkan pola sideways dengan volatilitas tipis di rentang Rp 332–Rp 336.

SMRA merupakan emiten properti yang fokus pada pengembangan kawasan terpadu (township), menggabungkan hunian skala besar dengan area komersial serta fasilitas pendukung yang lengkap.

Perseroan menjalankan bisnis utama di sektor pengembangan properti, investasi dan manajemen properti, hingga sektor pendukung seperti rekreasi dan perhotelan.

Baca juga: Kucurkan Rp 400 Miliar untuk Harris Hotel, SMRA Pertegas Dominasi Summarecon Serpong

Sejumlah proyek besar yang dikembangkan antara lain Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, hingga Summarecon Mutiara Makassar.

Dari sisi kepemilikan saham, struktur pemegang saham SMRA masih didominasi oleh pengendali utama, yakni PT Semarop Agung dengan kepemilikan sekitar 5,94 miliar saham.

Di bawahnya, terdapat sejumlah pemegang saham signifikan lainnya, seperti Liliawati Rahardjo dengan porsi 5,72 persen, Goodridge International Ltd sebesar 3,36 persen, serta Sunarni Rahardja sebesar 2,79 persen.

Selain itu, investor institusi juga tercatat dalam daftar pemegang saham, antara lain Great Wall Worldwide Ltd yang mengendali 2,72 persen, program Jaminan Hari Tua DJS Ketenagakerjaan 2,64 persen, PT Intimax Intraco 2,44 persen, hingga investor global seperti Government of Norway dengan kepemilikan 1,35 persen.

Tag:  #besar #smra #diam #diam #borong #saham #kepemilikan #tembus #persen

KOMENTAR