Harga Minyak Dunia Naik ke 97 Dollar AS, Selat Hormuz Masih Terganggu
– Harga minyak dunia kembali menguat setelah sempat mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2020. Kenaikan ini terjadi di tengah masih terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Kamis (9/4/2026), harga minyak Brent naik ke kisaran 97 dollar AS per barel setelah sebelumnya anjlok hingga 13 persen pada perdagangan Rabu.
Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga diperdagangkan mendekati level 97 dollar AS per barel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 100 Dollar AS di Tengah Harapan Pembukaan Selat Hormuz
Kenaikan harga minyak ini dipicu oleh laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang menyebut lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz sempat terhenti akibat serangan Israel.
Namun, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, membantah klaim tersebut dan mengatakan mulai ada tanda-tanda jalur tersebut kembali dibuka.
Hingga kini, kondisi Selat Hormuz saat ini masih belum sepenuhnya normal. Lalu lintas kapal dilaporkan mulai pulih secara terbatas, meski risiko keamanan tetap tinggi di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Ambruk Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran
Ilustrasi Selat Hormuz. Mirip Iran, Trump Sebut AS Bisa Tarik Biaya Tol untuk Melewati Selat Hormuz
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis distribusi energi dunia. Dengan lebar sekitar 33 kilometer di titik tersempitnya, jalur ini menjadi penghubung utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara.
Hal ini menjelaskan kenapa Selat Hormuz penting, karena sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melintasi perairan tersebut.
Gangguan di jalur ini disebut sebagai salah satu disrupsi terbesar dalam sejarah pasar minyak, terutama sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran meningkat pada akhir Februari lalu.
JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi Amerika Serikat ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Iran pada Sabtu waktu setempat.
Baca juga: Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak Dunia, Singapura Bagikan Bantuan Tunai dan Voucher BBM
Senior Vice President Trading BOK Financial Securities Inc., Dennis Kissler, menilai ketidakpastian masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
“Situasi ini belum selesai. Kita perlu melihat Selat Hormuz benar-benar terbuka tanpa hambatan sebelum harga minyak WTI bisa turun ke kisaran 80 dollar AS per barel. Dan saya tidak melihat itu terjadi dalam dua minggu ke depan,” ujar dia.
Di sisi lain, konflik di kawasan masih berlangsung secara sporadis. Serangan Israel di Lebanon serta aksi balasan Iran ke negara-negara Teluk memperburuk situasi.
Bahkan, terdapat perbedaan pandangan antara Teheran dan pihak Amerika Serikat serta Israel terkait cakupan gencatan senjata, khususnya apakah mencakup wilayah Lebanon.
Baca juga: Trump Kembali Ancam Serang Iran, Harga Minyak Dunia Naik ke 113 Dollar AS per Barrel
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf menyatakan tiga poin dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar, sebagaimana disampaikan melalui unggahan di platform X.
Sementara itu, Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran mengumumkan dua jalur aman bagi kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Jalur tersebut ditetapkan untuk menghindari ranjau laut, menurut laporan media pemerintah Nour News.
Meski demikian, pemulihan pasokan energi global diperkirakan tidak akan berlangsung cepat meskipun jalur pelayaran mulai dibuka.
Produksi di sejumlah ladang minyak dan gas telah dikurangi, sementara beberapa kilang membatasi operasi bahkan menghentikan produksi.
Analis minyak dan gas Enverus, Carl Larry, mengatakan kondisi di Iran masih jauh dari stabil.
“Kita masih jauh dari selesai di Iran. Setiap hari penuh ketidakpastian, tetapi level 90 dollar AS tampaknya menjadi batas bawah yang kuat sampai ada kepastian nyata,” kata dia.
Tag: #harga #minyak #dunia #naik #dollar #selat #hormuz #masih #terganggu