Purbaya Mau “Ambil” PNM dari BRI, Danantara Tak Masalah
- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih PT Permodalan nasional Madani (PT PNM).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Purbaya mengenai mekanisme pengambilalihan, risiko, dan pengelolaan kedepan.
“Bagi kami tidak ada masalah, mana yang terbaik untuk masyarakat,” kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Kemarin saya sudah ketemu dengan Pak Purbaya,” lanjut Dony.
Baca juga: Danantara Merger 3 Pabrik Gula ID Food Ke PT SGN
Saat ini, Danantara dan pemerintah masih memikirkan pendanaan PT PNM kedepan.
Sebab, selama ini anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu ditopang bank.
Menurutnya, Purbaya sudah menghitung berapa modal yang harus ditempatkan pemerintah di PT PNM.
“Ya karena itu kan jumlah customer-nya banyak kan? Jadi kurang lebih sekarang itu kita melayani di PNM Mekar itu sekitar 16-17 juta masyarakat,” ujar Dony.
“Jumlah portofolionya juga besar ya kan? Nah ini sedang dihitung,” tambah Dony.
Bos BUMN itu menyatakan, Danantara tidak mau terburu-buru dan harus menyiapkan pengambilalihan PT PNM itu dengan detail dan rapi.
“Sesuai arahan Bapak Presiden,” kata dia.
Dony menegaskan, saat ini BUMN sedang melakukan transformasi secara massif guna memperkuat perusahaan-perusahaan negara.
Perbaikan ini menyasar berbagai sektor mulai BUMN pangan, logistik, asset management, rumah sakit, dan industri gula.
“Semua satu-satu kita petakan dan kita bereskan,” tutur Dony.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan ingin menarik PT PNM menjadi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah kendali Kementerian Keuangan.
Ia menyoroti rasio kredit bermasalah Non-Performing Loan (NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT PNM yang mencapai 10 persen.
Padahal, dampak penyaluran KUR bisa merembet ke anggaran negara karena disubsidi pemerintah.
"Sedang kita diskusikan. Tadi kan ada yang bilang KUR 10 persen NPL-nya. Kok bisa sebesar itu? Manajemennya enggak betul apa enggak? Subsidinya kita yang bayarkan. Nanti kalau ada apa-apa ke kita juga rasanya sih," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).