Iran dan AS Gencatan Senjata, Purbaya: Rupiah Menguat, IHSG Naik 3 Persen
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat mendatangi Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
15:44
8 April 2026

Iran dan AS Gencatan Senjata, Purbaya: Rupiah Menguat, IHSG Naik 3 Persen

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung mengenai gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama dua minggu ke depan.

Kondusifnya situasi di Timur Tengah membuat Rupiah menguat dan IHSG naik sebanyak 3 persen.

Bila sentimen menghilang, Purbaya yakni fondasi dasar perekonomian Indonesia mulai terlihat.

Baca juga: Wacana Purbaya Ubah PNM Jadi Bank UMKM Bisa Perluas Akses Kredit, tapi Ada Risiko Tinggi

"Ketidakpastian global berkurang kan, (Iran dan AS) itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3 persen tadi. Kalau global, dan bagus kondisinya jadi kalau sentimen hilang, ya sudah, kelihatan lagi fondasi dasar," jelas Prubaya dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).

Selain rupiah, diketahui mata uang negara lain seperti baht Thailand, yuan China, peso Filipina, yen Jepang, serta won Korea Selatan menguat di kisaran 0,78-1,59 persen.

Baca juga: Purbaya Godok Efisiensi APBN hingga Rp 130 Triliun, Perjalanan Dinas Dipangkas

Stabilkan nilai tukar rupiah

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa per Maret 2026 menyentuh angka 148,2 miliar dollar AS. Jumlah ini turun 3,7 miliar dollar AS dibanding Februari 2026 sebesar 151,9 miliar dollar AS.

Menurunnya cadangan devisa belum berarti buruk, sebab BI menggunakannya untuk penerbitan global bond pemerintah untuk mengintervensi pasar guna menstabilkan nilai tukar rupiah.

Baca juga: Dukung Usulan Purbaya Ubah PNM Jadi Bank UMKM, OJK Tekankan Pengawasan dan Perlindungan Konsumen

"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

Cadangan devisa per Maret 2026 setara pembiayaan enam bulan impor dan setara 5,8 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Hal ini berada di atas standar internasional yakni tiga bulan impor.

Baca juga: Menakar Rencana Purbaya Wujudkan Bank UMKM

Gencatan senjata AS-Iran

Pakistan menawarkan menjadi penengah perseteruan AS-Iran. Teheran setuju dan negosiasi bakal dimulai pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad.

Pemerintah Iran mengalokasikan dua minggu untuk bernegosiasi dengan pihak AS dengan arahan langsung Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

"Gencatan senjata ini tidak berarti berakhirnya perang, sambil menunggu negosiasi mengenai rincian rencana 10 poin," lapor Xinhua, Rabu (8/4/2026).

Nantinya, Iran akan menuntut satu hal dalam negosiasi, yakni perjanjian yang dihasilkan diresmikan dala Resolusi Dewan Keamanan PBB sebagai hukum internasional yang mengikat.

Baca juga: Purbaya: Perjalanan Luar Negeri Pejabat Dihilangkan, Kecuali Kepepet Banget

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Purbaya Terkekeh Respons Rupiah Menguat Usai Gencatan Senjara AS-Iran, Singgung Rakyat Sempat Takut" dan "Cadangan Devisa Susut 3,7 Miliar Dollar AS, BI Sebut untuk Stabilkan Rupiah"

Tag:  #iran #gencatan #senjata #purbaya #rupiah #menguat #ihsg #naik #persen

KOMENTAR