Kredit UMKM Jabar Tembus Rp 186 Triliun, Kedua Nasional
- Total kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat mencapai Rp 186 triliun hingga Januari 2026. Nilai ini setara 12,51 persen dari total nasional.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengatakan, capaian itu menunjukkan kuatnya peran sektor UMKM dalam menopang ekonomi daerah.
“Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar kedua setelah Jawa Timur,” kata Darwisman dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Analis Soroti Risiko Rencana PNM Jadi Bank UMKM: Potensi Kredit Bermasalah hingga Beban Fiskal
Lima daerah jadi motor utama
OJK mencatat, jumlah rekening kredit UMKM di Jawa Barat telah mencapai 3,5 juta rekening per Januari 2026.
Dari seluruh wilayah, terdapat lima daerah dengan kontribusi penyaluran tertinggi.
Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 25,05 triliun.
Selanjutnya Kabupaten Bekasi Rp 16,80 triliun, Kabupaten Bogor Rp 15,45 triliun, Kabupaten Bandung Rp 13,54 triliun, dan Kota Bekasi Rp 12,41 triliun.
Dominasi wilayah tersebut tidak lepas dari tingginya jumlah penduduk, banyaknya pelaku UMKM, serta aktivitas ekonomi yang relatif lebih dinamis dibanding daerah lain.
Wilayah-wilayah ini pun menjadi pusat pertumbuhan sekaligus tulang punggung distribusi kredit UMKM di Jawa Barat.
Penyaluran KUR tembus Rp 3,04 triliun
Selain kredit UMKM secara umum, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif.
Hingga Januari 2026, sebanyak 48.342 pelaku usaha telah memanfaatkan fasilitas tersebut.
Total penyaluran KUR tercatat Rp 3,04 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 2,94 triliun.
Dari angka tersebut, KUR Mikro mendominasi dengan porsi 60,28 persen.
“Penyaluran KUR di Jawa Barat menempati posisi ketiga terbesar secara nasional setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini menunjukkan tingginya pemanfaatan pembiayaan produktif oleh pelaku usaha,” ujar Darwisman.
OJK menilai Jawa Barat masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM ke depan.
Faktor jumlah penduduk yang besar dan kedekatan dengan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional menjadi keunggulan tersendiri.
Selain itu, dukungan infrastruktur seperti bandara internasional, pelabuhan, dan jaringan transportasi darat yang terintegrasi turut memperkuat daya tarik investasi di wilayah tersebut.
Kondisi ini diyakini akan mendorong ekspansi pembiayaan, termasuk KUR, sehingga peran UMKM dalam perekonomian daerah semakin kuat.
Baca juga: Purbaya: Dari Buat Bank UMKM hingga Rencana Ambil Alih KCIC