Rupiah Dibuka Menguat, Sentuh Rp 16.981 per Dollar AS
Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat saat pembukaan perdagangan Rabu (8/4/2026). Rupiah terapresiasi 124 poin atau 0,72 persen ke level Rp 16.981 per dollar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi ini. Yen Jepang naik 0,78 persen, diikuti baht Thailand 1,38 persen, yuan China menguat 0,45 persen, peso Filipina bertambah 1,29 persen, serta won Korea Selatan yang melonjak 1,59 persen.
Penguatan juga terjadi pada dollar Singapura yang naik 0,58 persen dan dollar Hong Kong menguat tipis 0,03 persen.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.100, IHSG Tertekan, Apa yang Harus Dilakukan Investor Ritel?
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik. Hal itu menyusul adanya kesepakatan gencatan selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS setelah langkah Donald Trump menunda penyerangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan ini memicu penurunan tajam harga minyak dan mendorong pemulihan sentimen pasar,” ujar Lukman.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp 16.950 hingga Rp 17.100 per dollar AS.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.100, Menkeu Sebut Masih Sesuai Skenario APBN
Untuk diketahui rupiah di pasar spot pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) melemah 0,42 persen ke posisi Rp 17.105 per dollar AS.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai berdampak ke pasar saham, memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi tersebut ikut meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar, terutama investor ritel.
Namun, pasar tanah air pagi ini nampak cerah. Selain rupiah terapresiasi, IHSG juga dibuka menguat.
Berdasarkan data BEI, IHSG parkir di level 7.163,919 atau naik 192,891 poin setara 2,77 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sejak awal sesi, indeks langsung bergerak di zona hijau dengan dibuka pada posisi 7.162,406.