Kolaborasi Teknologi Kunci Pemerataan Akses Digital Indonesia
Strategi kombinasi teknologi fiber optic (FTTH), fixed wireless access (FWA), dan layanan mobile dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas akses digital di Indonesia, (DOKUMENTASI ITB)
16:44
7 April 2026

Kolaborasi Teknologi Kunci Pemerataan Akses Digital Indonesia

– Strategi kombinasi teknologi fiber optic (FTTH), fixed wireless access (FWA), dan layanan mobile dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas akses digital di Indonesia, di tengah kebutuhan konektivitas yang semakin tinggi.

Pandangan ini mengemuka dalam seminar yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bertajuk “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan dan Peningkatan Performa Akses Digital Indonesia” pada Selasa (7/4/2026) di Kampus ITB, Bandung.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia STEI ITB, Ian Josef Matheus Edward, menegaskan bahwa tidak ada satu teknologi yang bisa menjadi solusi tunggal dalam mendorong pemerataan akses digital di Tanah Air.

“FTTH menawarkan kapasitas dan stabilitas terbaik, sementara FWA memberikan fleksibilitas dan kecepatan deployment. Keduanya perlu diposisikan sebagai solusi yang saling melengkapi dalam memperluas akses digital. Setiap teknologi memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda. Teknologi wireless unggul dari sisi kemudahan penggelaran, sementara FTTH tetap menjadi pilihan utama untuk kualitas dan keandalan layanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Pengusaha Hadirkan Solusi Digital untuk Audit dan Pelaporan MBG

Dari sisi pemerintah, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur digital, khususnya di wilayah yang belum terjangkau layanan memadai.

“Kami mendorong agar pengembangan layanan broadband tidak hanya terfokus di wilayah padat, tetapi juga menjangkau daerah underserved. Komitmen rollout akan terus dipantau untuk memastikan pemerataan akses digital,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku industri menilai pendekatan kombinasi teknologi juga menjadi strategi paling realistis dalam mempercepat penetrasi internet. Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menyebut FTTH tetap menjadi tulang punggung layanan, sementara FWA berperan sebagai akselerator di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber.

“FTTH dan FWA bukan untuk saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. FTTH tetap menjadi backbone utama, sementara FWA berperan mempercepat penetrasi di wilayah yang belum terjangkau fiber. Ini sejalan dengan komitmen MyRepublic untuk meningkatkan performa dan pemerataan akses internet melalui penguatan FTTH di kota besar serta FWA sebagai akselerator di regional 2 dan 3,” ungkapnya.

Dari sisi teknologi, Telecom Solutions Architect & Business Consultant ZTE Indonesia, Iman Hirawadi, menilai kesiapan teknologi FWA semakin matang seiring dukungan jaringan 4G dan 5G, meski masih menghadapi tantangan dari sisi keterjangkauan perangkat.

“Teknologi FWA saat ini sudah semakin matang dengan dukungan 4G dan 5G. Tantangan berikutnya adalah mencapai skala ekonomi agar perangkat dapat semakin terjangkau bagi masyarakat luas,” paparnya.

Adapun Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, menambahkan bahwa setiap teknologi memiliki peran berbeda dalam ekosistem telekomunikasi nasional.

“Setiap teknologi memiliki peran yang berbeda. Fixed broadband unggul dalam stabilitas, sementara mobile menawarkan fleksibilitas. Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan dapat menciptakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui forum ini, ITB menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, regulator, dan pelaku industri dalam merumuskan strategi percepatan akses digital yang inklusif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pemerataan konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Laporan Penipuan Digital di RI Tembus 1.000 Kasus per Hari

Tag:  #kolaborasi #teknologi #kunci #pemerataan #akses #digital #indonesia

KOMENTAR