Konsolidasi BUMN Karya, PT PP Susun Kerangka Merger dengan Adhi Karya
- Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) Novel Arsyad menyatakan perusahaan terus melakukan persiapan proses merger BUMN Karya. PT PP pun tengah menjalin komunikasi intensif dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dalam menyusun kerangka kerja merger.
Ia menuturkan, koordinasi tersebut merupakan bagian dari persiapan teknis sebelum Danantara Indonesia melakukan konsolidasi terhadap tujuh BUMN Karya menjadi tiga klaster.
"Sampai sejauh ini kami menyusun bersama dengan Adhi Karya dalam penyusunan proses menuju merger," ujar Novel dalam acara Earnings Call tahun buku 2025 secara daring, Selasa (7/4/2026).
Dia menjelaskan, persiapan penggabungan BUMN Karya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun Danantara meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu untuk mencerminkan kondisi riil masing-masing perusahaan.
"Ini pun karena kami diminta untuk melakukan evaluasi sehingga saat ini konsentrasinya terhadap buku masing-masing," imbuhnya.
Baca juga: Bos WIKA Ungkap Rencana Merger 7 BUMN Karya, Realisasi Akhir 2026
Novel menekankan, kendati sudah melakukan penyusunan kerangka merger bersama Adhi Karya, namun keputusan akhir mengenai konsolidasi BUMN Karya tetap berada di bawah Danantara.
Adapun tujuh BUMN Karya yang akan dikonsolidasikan selain PT PP dan Adhi Karya, adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Rencananya Danantara akan membagi ketujuh BUMN tersebut ke dalam tiga bisnis inti dengan spesialisasi gedung, infrastruktur, serta engineering procurement and construction (EPC).
Proses menuju merger BUMN Karya ini turut disertai dengan perbaikan kinerja keuangan perusahaan. Menurutnya Arsyad, saat ini PT PP sudah rampung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan, dan berlanjut ke proses restrukturisasi.
Langkah restrukturisasi ini disebut penting agar kondisi perusahaan menjadi lebih sehat sehingga penggabungan dengan BUMN Karya lainnya dapat berjalan optimal.
"Apakah nanti merger ini akan dilakukan sebelum atau setelah restrukturisasi ini tentunya kita kembali lagi ke Danantara," kata dia.
"Kalau kami melihat mestinya lebih mengarah restrukturisasi terlebih dahulu dengan kondisi perusahaan itu benar-benar sehat, sehingga akan dilakukan merger. Namun kembali lagi kami tetap menginduk ke Danantara sampai sejauh mana disitu," imbuh Novel.
Baca juga: Dony Oskaria: BUMN Karya Segera Konsolidasi ke 3 Core Bisnis
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan, proses merger BUMN Karya ditargetkan rampung pada semester II-2026.
Menurutnya, sebelum memasuki tahap merger, Danantara melakukan penyehatan terlebih dahulu.
Proses pembenahan sudah dimulai sejak tahun lalu dengan melakukan pembersihan dan pembetulan pembukuan, termasuk pencatatan penurunan nilai aset (impairment).
Setelah itu, perusahaan menjalani restrukturisasi bisnis dan keuangan, termasuk penurunan beban utang, hingga kondisinya kembali sehat. Usai tahap restrukturisasi itu, barulah perusahaan akan masuk ke fase konsolidasi bisnis melalui skema merger.
"Jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester dua," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Tag: #konsolidasi #bumn #karya #susun #kerangka #merger #dengan #adhi #karya