Jumlah Investor SBN Naik 2 Kali Lipat dalam 4 Tahun
- Jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) terus meningkat dan mencapai 1,41 juta orang hingga akhir 2025.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan tren kenaikan dalam empat tahun terakhir. Jumlah investor tercatat sekitar 611.000 pada 2021, naik menjadi 831.000 pada 2022, lalu menembus 1 juta pada 2023. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 1,19 juta pada 2024 dan mencapai 1,41 juta pada 2025.
Pertumbuhan ini didorong perluasan akses investasi melalui platform digital. Salah satu mitra distribusi yang berperan adalah Bibit.id di kategori financial technology.
Baca juga: BSI Tegaskan Tidak Gunakan Tambahan Penempatan Dana SAL untuk SBN
Bibit.id juga menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai Mitra Distribusi Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik 2025 kategori financial technology dan penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik. Penghargaan serupa juga diberikan untuk kategori Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel.
Capaian tersebut diraih selama empat tahun berturut-turut.
Head of Marketing Bibit Angie Anandita menyebut penghargaan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mendorong partisipasi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penegasan akan konsistensi dan komitmen kami dalam memasarkan SBN dan SBSN kepada masyarakat Indonesia. Terima kasih atas apresiasi yang Kemenkeu berikan kepada kami,” ujar Angie lewat keterangan pers, Selasa (7/4/2026).
“Ke depannya, kami akan terus berinovasi, melakukan berbagai upaya edukasi, dan fokus mengajak masyarakat untuk membangun negeri lewat investasi di SBN dan SBSN,” paparnya.
Sejak menjadi mitra distribusi kategori fintech pada 2022, Bibit mencatat penjualan SBN yang tinggi dan meraih penghargaan setiap tahun.
Baca juga: Pengamat Sebut Dana SAL Rp 100 Triliun Berisiko Mengalir ke SBN
Direktur Bibit Hilmawan Kusumajaya mengatakan peningkatan investor tidak hanya berasal dari generasi muda. Kelompok usia di atas 40 tahun juga mulai meningkat.
Menurut dia, tingginya minat terhadap SBN menunjukkan kepercayaan terhadap instrumen investasi negara, terutama saat ekonomi global tidak pasti.
“Di tengah kondisi perekonomian yang diwarnai ketidakpastian, para investor dan masyarakat di Indonesia menunjukkan antusiasme dan kepercayaan yang baik terhadap Surat Berharga Negara. Tentu ini menjadi harapan kami bersama di industri agar momentum ini dapat semakin diperkuat di tahun 2026,” katanya.
“Kami sangat senang karena kehadiran Bibit sebagai Midis penjualan SBN telah membantu meningkatkan jumlah investor SBN di Indonesia,” lanjut Hilmawan.