IHSG Masih Volatil, Investor Ritel Disarankan Tak Agresif dan Panik
Ilustrasi saham. (PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV)
06:05
7 April 2026

IHSG Masih Volatil, Investor Ritel Disarankan Tak Agresif dan Panik

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada awal pekan perdagangan, Senin (6/4/2026). Indeks turun 0,53 persen ke level 6.989,42.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengingatkan investor untuk tetap tenang di tengah tekanan IHSG yang telah turun di bawah posisi 7.000.

Kenapa harus tenang? Menurut Hendra, kondisi pasar saat ini berada dalam fase risk-off yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan suku bunga global.

Dalam situasi tersebut, investor ritel disarankan untuk tidak panik, namun juga tidak bersikap terlalu agresif dalam mengambil posisi.

Apabila IHSG menembus level 6.917, maka terdapat potensi pelemahan lanjutan menuju area 6.745 sebagai level support berikutnya.

“Untuk kondisi IHSG yang sekarang sudah turun di bawah 7.000, investor sebaiknya tidak panik tetapi juga tidak agresif. Pasar saat ini jelas berada dalam fase risk-off akibat geopolitik dan ketidakpastian suku bunga global. Jika level 6.917 jebol, maka memang ada potensi IHSG turun ke area 6.745 sebagai support berikutnya,” ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (6/4/2026).

Baca juga: Perang Israel-Iran Berpotensi Guncang IHSG, Investor Ritel Harus Apa?

Apa strategi investor ritel? 

Ia menilai strategi yang paling rasional dalam kondisi saat ini adalah melakukan akumulasi secara bertahap, khususnya pada saham-saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, serta free float besar dan bukan termasuk kategori High Shareholding Concentration (HSC).

“Karena saham-saham seperti ini yang biasanya menjadi target utama investor asing saat terjadi rebound,” paparnya.

Dengan kata lain, dalam fase pasar seperti sekarang, yang harus diutamakan bukan mencari saham yang bisa naik cepat, tetapi mencari saham yang paling aman dan paling pertama dibeli asing ketika arus dana global kembali masuk ke Indonesia.

Baca juga: Daftar HSC Dirilis, Harga Saham Langsung Bergejolak

Rekomendasi saham hari ini

Berikut rekomendasi saham dari dua analis lainnya untuk perdagangan Selasa (7/4/3026):

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar. Di antaranya PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dengan area beli di Rp 1.750- Rp 1.800, target Rp 1.910- Rp 1.985, dan stop loss di bawah Rp 1.700.

PT Timah Tbk (TINS) direkomendasikan buy on break di Rp 3.670 dengan target Rp 3.880- Rp 4.250 dan stop loss di bawah Rp 3.550.

Lalu, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dapat dicermati dengan area beli di Rp 5.000- Rp 5.175, target Rp 5.425- Rp 5.825, dan stop loss di bawah Rp 4.900.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan saham PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan rentang harga Rp 113- Rp 119, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) di kisaran Rp 1.610- Rp 1.890, serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) pada area Rp 9.175- Rp 9.800 untuk dicermati pada perdagangan selanjutnya.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #masih #volatil #investor #ritel #disarankan #agresif #panik

KOMENTAR